Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Kemarau Panjang Menggila, BPBD Belitung Salurkan Lebih dari 1 Juta Liter Air Bersih ke 309 Titik
InShot 20260917

Kemarau Panjang Menggila, BPBD Belitung Salurkan Lebih dari 1 Juta Liter Air Bersih ke 309 Titik

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 17 September 2026 – BPBD Belitung telah menyalurkan air bersih sebanyak 1.014.900 liter ke 309 titik di Kabupaten Belitung selama Juli hingga September 2026. Penyaluran tersebut melayani 3.728 KK atau 12.408 jiwa yang terdampak kemarau panjang. Distribusi juga mencakup fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan perkantoran.

Kepala BPBD Belitung, Zainal Harison, mengingatkan masyarakat untuk hemat air karena musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

Fakta Utama Distribusi Air Bersih

Krisis air bersih akibat kemarau panjang tahun ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di Belitung.

Data dari BPBD Kabupaten Belitung mencatat jumlah titik distribusi sebanyak 309 lokasi yang tersebar di seluruh Kabupaten Belitung, mulai dari wilayah pesisir hingga pedalaman yang sumurnya mengering.

Volume air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.014.900 liter atau lebih dari 1 juta liter. Penerima manfaat dari distribusi tersebut sebanyak 3.728 Kepala Keluarga atau setara dengan 12.408 jiwa yang mengalami kesulitan air.

Periode distribusi berlangsung dari Juli hingga September 2026, dengan intensitas tertinggi terjadi pada bulan September. Fasilitas umum yang menerima pasokan tidak hanya rumah warga, tetapi juga 9 perkantoran, 7 sekolah, 9 masjid, dan 1 fasilitas umum lainnya.

Pernyataan Kepala BPBD Belitung

Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendistribusikan lebih dari satu juta liter air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang di 309 titik.

Zainal menyatakan bahwa permintaan air bersih dari masyarakat mengalami peningkatan signifikan akibat dampak kemarau panjang. Ia menyebut setiap hari pihaknya menerima puluhan permintaan dari desa-desa yang sumurnya sudah tidak mengeluarkan air.

Zainal juga menyampaikan bahwa BPBD turut mendistribusikan air bersih ke sekolah-sekolah karena banyak sumur di sekolah mengalami kekeringan, sehingga aktivitas belajar mengajar terganggu. Kondisi tersebut membuat toilet sekolah tidak bisa digunakan dan siswa kesulitan mendapatkan air.

Selain soal distribusi, Zainal mengimbau masyarakat untuk melindungi sumber-sumber air bersih yang ada dari pencemaran sampah maupun kerusakan lingkungan.

Imbauan dan Antisipasi

Menghadapi kemarau yang masih akan panjang, BPBD Belitung mengeluarkan sejumlah imbauan dan langkah antisipasi.

Masyarakat diminta untuk hemat dalam penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari, serta menggunakan air seperlunya dan menghindari pemborosan untuk kegiatan seperti mencuci kendaraan atau menyiram halaman secara berlebihan.

Warga juga diimbau untuk menampung cadangan air bersih untuk menghadapi kemungkinan berkurangnya pasokan. Masyarakat diminta menyiapkan tandon, jerigen, atau bak penampungan untuk menyimpan air saat mobil tangki datang.

BPBD juga menekankan pentingnya melindungi sumber air dari pencemaran dan kerusakan lingkungan dengan tidak membuang sampah di sekitar sumber air dan menjaga kelestarian hutan di sekitar mata air.

Selain itu, BPBD melakukan koordinasi berkelanjutan dengan OPD terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan PDAM agar distribusi dapat menjangkau titik lain yang belum terlayani dan memastikan kualitas air yang disalurkan tetap layak.

Konteks Musim Kemarau

BMKG memprakirakan kemarau panjang tahun ini akan berlangsung lebih lama dari biasanya, bahkan hingga awal 2027. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan air bersih diperkirakan akan tetap tinggi.

Kondisi kemarau panjang dipengaruhi oleh fenomena El Nino dan minimnya curah hujan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Sejumlah embung dan sungai kecil di Belitung dilaporkan sudah mengering total.

BPBD memastikan akan terus menyiapkan armada mobil tangki untuk menjangkau wilayah terdampak yang belum terlayani. Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih dapat melapor melalui pemerintah desa atau langsung menghubungi posko BPBD Belitung.

Dengan lebih dari 1 juta liter air yang telah disalurkan, BPBD Belitung menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada warga Belitung yang kesulitan mendapatkan hak dasarnya, yaitu air bersih, di tengah kemarau yang masih akan terus berlanjut.

Artikel Terkait

InShot 20260917

Mulai 1 November 2026, Shopee,…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 17 September…

InShot 20260917

Jakarta Akan Gelap Selama 60…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 17 September…

InShot 20260917

Gaji PPPK Diambil Alih Pusat:…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 17 September…