
Belitung—Anggota DPRD Belitung, Mastoni, menyoroti kerusakan parah jalan dari Aik Buntar hingga Mentigi, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Kondisi ini semakin memburuk akibat aktivitas pengangkutan tanah liat oleh perusahaan tambang.
Menurutnya, jalan tersebut telah lama mengalami kerusakan, namun dalam empat bulan terakhir, tingkat kehancuran meningkat drastis akibat lalu lintas truk bermuatan berat yang melebihi kapasitas jalan.
Selain berlubang dan bergelombang, saat musim panas, debu dari tanah liat yang terbawa membuat kondisi semakin memprihatinkan.
“Itu akses utama masyarakat, bukan hanya bagi warga Mentigi, tapi juga bagi Desa Gunung Riting dan Sabong yang ingin ke Membalong,” kata Mastoni, legislator dari Dapil IV, Selasa (10/6/2025).
Ia menambahkan bahwa sebetulnya terdapat jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh truk pengangkut tanah liat.
Meski jalan tersebut juga mengalami kerusakan, perbaikan bisa dilakukan agar dampak terhadap akses utama masyarakat dapat diminimalisir.
“Jika perusahaan memiliki itikad baik, mereka bisa memperbaiki jalur alternatif sehingga jalan utama warga tidak menjadi korban,” tegasnya.
Namun, Mastoni mengungkapkan bahwa sebagian warga enggan bersuara mengenai masalah ini, mengingat sejumlah dari mereka bekerja sebagai sopir pengangkut tanah liat yang mendapat bayaran dari perusahaan tambang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepentingan masyarakat secara keseluruhan harus tetap diutamakan.
“Jalan ini dulunya beraspal, tapi sekarang sudah hancur. Aspalnya terkelupas, menyisakan laterit yang bergelombang. Beban truk yang melintas jelas tidak sesuai dengan daya tahan jalan,” ujar Mastoni.
Ia berharap pihak perusahaan bersedia bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi serta segera mencari solusi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada akses utama warga












