
Jakarta, 1 Juli 2025 — Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan Bank Syariah Matahari (BSM), sebuah lembaga keuangan berbasis syariah yang lahir dari transformasi BPR konvensional milik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Peluncuran ini menandai langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui sistem keuangan yang bebas riba.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menjelaskan bahwa BSM merupakan hasil konversi dari BPR Matahari Artadaya menjadi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). “Muhammadiyah secara organisatoris telah bersikap bahwa bunga adalah riba, dan riba hukumnya haram. Karena itu, kami mengonversi seluruh BPR konvensional menjadi BPRS,” ujarnya
Saat ini, Muhammadiyah telah memiliki sekitar 10 BPRS yang tersebar di berbagai daerah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun memberikan sinyal positif atas potensi Muhammadiyah mendirikan Bank Umum Syariah di masa depan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK,
Dian Ediana Rae, menyebut bahwa izin pendirian BSM telah diproses dan akan menjadi prototipe pengembangan bank syariah Muhammadiyah ke depan
Meski belum merencanakan pendirian Bank Umum Syariah dalam waktu dekat, Anwar tidak menutup kemungkinan hal itu akan terwujud.
“Permintaan dari warga persyarikatan sangat tinggi. Ini menjadi aspirasi yang patut dipertimbangkan,” tambahnya
Langkah Muhammadiyah ini dinilai sebagai bentuk konkret dari komitmen organisasi dalam membangun sistem ekonomi alternatif yang inklusif, adil, dan sesuai prinsip syariah.
Dengan peluncuran BSM, Muhammadiyah berharap dapat memperluas akses pembiayaan syariah bagi masyarakat, khususnya di sektor UMKM dan pendidikan.














