Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Hikayat Pulau Kalamoa: Sepenggal Jejak Spiritualitas dan Ingatan Maritim Belitung
Img 20250729 182028

Hikayat Pulau Kalamoa: Sepenggal Jejak Spiritualitas dan Ingatan Maritim Belitung

Img 20250729 181959

oleh : Akhlanudin

Di seberang riak tenang Pantai Tanjung Pendam, pulau kecil bernama Kalamoa berdiri nyaris tanpa suara. Terlihat hijau dan teduh, dengan semak dan pepohonan yang menggoyangkan daun mengikuti angin sore.

Dalam diamnya, Kalamoa menyimpan hikayat panjang tentang spiritualitas, perjumpaan budaya, dan sisa-sisa pengawasan maritim yang menghubungkan masa lalu Belitung dengan dunia luar.

Tapak Tanah Bertuah

Kalamoa bukan sekadar lanskap geografis, melainkan tanah bertuah, sebagaimana disebut oleh sejumlah tetua Tanjungpandan. Saat senja menyapa, pulau ini memantulkan bayangan merah keemasan, menciptakan siluet yang hampir mistis dari kejauhan.

Beberapa percaya bahwa tempat ini mengandung kekuatan yang melindungi wilayah pesisir dari gangguan gaib maupun badai yang datang dari Laut Jawa.

Pulau ini memiliki ukuran kecil, hanya sekitar 22 hektar, namun tiap jengkalnya mengandung jejak kehidupan. Salah satu bangunan menonjol adalah kelenteng tua—tempat ibadah masyarakat Tionghoa lokal yang masih berdiri tegak meski zaman telah berganti.

Selain itu, ada pula menara pandang peninggalan kolonial, yang dulunya difungsikan oleh pengawas pelabuhan atau pejabat Belanda untuk memantau lalu lintas kapal dagang dan nelayan.

Persinggungan Spiritualitas dan Identitas Tionghoa

Pulau Kalamoa menjadi saksi dari jejak komunitas Tionghoa yang telah lama menetap di Tanjungpandan. Kelenteng yang ada di pulau ini tidak hanya menjadi tempat sembahyang, namun juga menjadi penjaga spiritual komunitas.

Setiap tanggal-tanggal sakral dalam kalender lunar, warga menyeberang ke Kalamoa untuk melakukan ritual penghormatan dan pembacaan doa.

Konon, terdapat makam leluhur atau pemuka agama Tionghoa yang dipercaya sebagai tokoh penjaga pulau. Ziarah ke makam ini bukan semata aktivitas spiritual, melainkan cara untuk menjaga kontinuitas warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Jejak Kolonial dan Pengawasan Maritim

Dari arsip lisan yang diwariskan warga sepuh, Kalamoa pernah difungsikan sebagai titik pengawasan laut, terlebih saat Belitung menjadi sentra pertambangan timah dan perdagangan.

Menara pandang yang tersisa menjadi bukti bahwa pulau ini tak sekadar spiritual, namun juga strategis. Di masa kolonial, Belitung adalah simpul perlintasan kapal dagang dari berbagai bangsa, dan Kalamoa menjadi mata yang mengawasi.

Beberapa menyebut bahwa pulau ini digunakan sebagai titik kontrol karantina barang dan awak kapal sebelum mereka diizinkan masuk ke kota.

Meskipun dokumen tertulisnya minim, narasi lisan dari warga pesisir memperkuat dugaan bahwa Kalamoa adalah bagian penting dari “ritme ekonomi kolonial.”

Kalamoa di Panggung Wisata Budaya Modern

Kini, Kalamoa menjadi ikon lanskap visual Tanjung Pendam. Saat matahari terbenam, pulau ini tampak seperti titik meditasi alami bagi pengunjung pantai.

Di panggung terbuka Tanjung Pendam, beberapa pertunjukan seni dan festival budaya digelar dengan pulau ini sebagai latar—menguatkan koneksi antara memori masyarakat dan ruang fisik yang mengapung di seberangnya.

Meski belum sepenuhnya dikembangkan sebagai kawasan wisata spiritual, Kalamoa tetap menyimpan magnet tersendiri.

Pemerhati budaya lokal telah lama mengusulkan agar pulau ini dijaga dan diberi ruang interpretasi yang lebih dalam—entah sebagai situs sejarah, kawasan ziarah, atau taman budaya lintas agama.

Kalamoa bukan sekadar titik di peta Belitung, melainkan cermin identitas—menyatu antara budaya Tionghoa, jejak kolonial, dan spiritualitas lokal. Hikayatnya terus hidup di percakapan warga, dalam bisikan malam di pesisir, dan dalam doa yang dibawa angin laut.

Jika dirawat dengan kepekaan budaya dan sejarah, Kalamoa dapat menjadi titik pendidikan publik, ruang kontemplatif, dan panggung pengakuan atas pluralitas yang telah lama hidup berdampingan di Belitung.

  • Akhlanudin Ketua Dewan Kesenian Belitung 2014 – 2018

Artikel Terkait

Inshot 20260112 191823948

Gus Ipul Menangis, Dipeluk Presiden…

Intisari Berita Banjarbaru, Kalimantan Selatan –…

Inshot 20260112 180501098

Gubernur Gelar Rakor di Belitung…

Intisari Berita Tanjung pandan Belitung– Gubernur…

Inshot 20260112 161720654

Para Pejabat Utama Polda Babel…

Intisari Berita Pangkal pinang Bangka Belitung…

Hikayat Pulau Kalamoa: Sepenggal Jejak Spiritualitas dan Ingatan Maritim Belitung – Media Daulat Rakyat