
Tanjungpandan, Belitung — Di tengah geliat pariwisata dan pembangunan kota Tanjungpandan, berdiri sebuah bangunan tua yang menyimpan jejak panjang sejarah kolonial: Rumah Tuan Kuase, kini dikenal sebagai Rumah Bougenville.
Terletak di Jalan Melati, tepat di depan Pantai Tanjung Pendam, rumah ini menjadi saksi bisu perjalanan Belitung dari masa penjajahan hingga era otonomi daerah.
Dibangun sekitar tahun 1862 oleh pejabat Belanda Jhon F. Londen, rumah ini awalnya berfungsi sebagai Hoofdadministrateur—rumah dinas kepala administrasi tambang timah Belanda.
Dengan gaya arsitektur kolonial yang khas, bangunan ini menjadi titik awal pemukiman di kawasan Tanjung Pendam, menjadikannya salah satu struktur tertua di Tanjungpandan.
“Rumah ini bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah bagian dari identitas sejarah Belitung,” ujar Suganda Pandapotan Pasaribu, Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, saat meninjau lokasi pada awal tahun ini.
Rumah Tuan Kuase memiliki luas sekitar 1,99 hektar, terdiri dari 10 kamar, taman depan dan belakang, serta struktur kayu dan batu yang masih mempertahankan bentuk aslinya.
Selama masa kolonial, rumah ini menjadi pusat pengambilan keputusan dalam pengelolaan tambang timah, dan kemudian difungsikan sebagai rumah dinas Kepala Unit Penambangan Timah Belitung.
Setelah kemerdekaan, rumah ini sempat digunakan sebagai penginapan bagi pegawai pemerintahan yang berkunjung ke Belitung. Namun, seiring waktu, kondisinya mulai menurun dan nyaris terlupakan.
Baru pada tahun 2000, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkannya sebagai cagar budaya, menandai komitmen pelestarian warisan sejarah.
Kini, meski telah berganti nama menjadi Rumah Bougenville, upaya pelestarian terus digalakkan. Pemerintah daerah berencana melakukan rehabilitasi menyeluruh, tanpa mengubahunan, agar tetap menjadi ruang edukasi sejarah bagi generasi muda.
“Kami ingin rumah ini menjadi ruang publik yang hidup, bukan hanya monumen diam,” tambah Suganda.
Dengan latar Pantai Tanjung Pendam yang indah dan nilai historis yang kuat, Rumah Tuan Kuase berpotensi menjadi ikon wisata budaya Belitung.
Lebih dari sekadar bangunan tua, ia adalah pengingat akan masa lalu, dan harapan bagi masa depan yang menghargai sejarah.












