Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Jejak Sejarah SMK Stania Manggar: Dari Ambacht Cursus ke Warisan Pendidikan Belitung Timur
Inshot 20250810 032055139

Jejak Sejarah SMK Stania Manggar: Dari Ambacht Cursus ke Warisan Pendidikan Belitung Timur

Inshot 20250810 032219859

Oleh Akhlanudin

Di jantung kota Manggar, Belitung Timur, berdiri sebuah bangunan tua yang menyimpan jejak panjang sejarah pendidikan teknik di pulau timah ini. Gedung SMK Stania Manggar bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan saksi bisu transformasi sosial, kolonialisme, dan nasionalisasi yang membentuk wajah Belitung Timur hari ini.

Tahun 1928, di bawah bayang-bayang kekuasaan kolonial Belanda, perusahaan tambang NV Billiton Maatschappij mendirikan sebuah sekolah teknik bernama Ambacht Cursus (AC). Pendirian sekolah ini merupakan bagian dari program sosial perusahaan yang dikenal sebagai Bevolkingfonds Billiton, sebuah dana kesejahteraan rakyat yang dibentuk untuk memperingati 75 tahun eksistensi perusahaan tambang tersebut di Belitung.

Ambacht Cursus dirancang untuk mendidik anak-anak lokal agar memiliki keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam industri pertambangan. Sistem pendidikan yang diterapkan setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan masa belajar tiga tahun dan fasilitas asrama bagi para siswa. Tenaga pengajar didatangkananda, dan seluruh buku pelajaran menggunakan bahasa Belanda, mencerminkan dominasi kolonial dalam sistem pendidikan saat itu.

Lulusan AC tidak hanya memperoleh keterampilan pertukangan dan mesin, tetapi juga langsung diserap ke dalam sektor industri NV Billiton, seperti bengkel, pembangkit listrik (Electric Central/EC), dan kapal keruk. Sekolah ini menjadi tulang punggung regenerasi tenaga kerja teknis di Belitung selama dekade-dekade awal abad ke-20.

Pasca kemerdekaan Indonesia, terjadi peralihan besar dalam kepemilikan dan pengelolaan aset-aset kolonial. NV Billiton Maatschappij menyerahkan seluruh asetnya kepada pemerintah Indonesia melalui PT Timah. Ambacht Cursus pun mengalami transformasi, berganti nama menjadi Sekolah Teknik (ST), dan kemudian menjadi STM Stania pada tahun 1984.

Nama “Stania” sendiri berasal dari singkatan “Stania Manggar”, yang mengacu pada lokasi dan identitas lokal sekolah tersebut. Perubahan ini bukan hanya soal nama, tetapi juga mencerminkan semangat nasionalisme dan kemandirian pendidikan teknik di era Orde Baru.

Pada akhirnya, STM Stania berevolusi menjadi SMK Stania Manggar, menyesuaikan dengan sistem pendidikan kejuruan nasional. Meski kurikulum dan struktur kelembagaan berubah, gedung sekolah tetap mempertahankan bentuk aslinya—sebuah bangunan kolonial dengan tulisan “ANNO 1928” yang masih terpahat jelas di fasadnya.

Gedung utama SMK Stania Manggar kini menjadi salah satu bangunan tertua yang masih aktif digunakan di Belitung Timur. Dua bangunan utama—yang dahulu digunakan sebagai ruang kelas dan asrama—masih difungsikan sebagai ruang guru dan kepala sekolah. Bangunan ini belum pernah mengalami rehabilitasi total, sehingga bentuk arsitektur kolonialnya tetap terjaga.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur telah mengusulkan gedung ini sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan Cagar Budaya, mengingat nilai sejarah, arsitektur, dan peran sosialnya dalam pendidikan teknik lokal. Meski belum resmi ditetapkan sebagai cagar budaya, gedung ini telah menjadi simbol warisan pendidikan dan industri Belitung.

Inshot 20250810 032026787

Salah satu tokoh yang disebut-sebut pernah bersekolah di Ambacht Cursus adalah Hanandjoedin, tokoh penting dalam sejarah Belitung. Namun, terdapat perdebatan di kalangan sejarawan lokal mengenai keterlibatannya dalam pendirian STM Stania.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia berperan dalam transformasi sekolah, sementara lainnya meragukan klaim tersebut. Kontroversi ini menunjukkan pentingnya dokumentasi sejarah yang akurat dan inklusif

Inshot 20250810 032135121

Artikel Terkait

InShot 20260726

Febri Diansyah Jadi Kuasa Hukum…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 27 Juli…

InShot 20260726

Puisi Puisi Edy Sukardi

Mulai saja ESu Ya mulai sajasekarangtak…