
Jakarta, 25 Agustus 2025 — Ribuan massa yang tergabung dalam gerakan Revolusi Rakyat Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/8).
Demonstrasi ini berlangsung sejak pagi dan memuncak menjelang siang, diwarnai dengan berbagai ekspresi protes terhadap lembaga legislatif dan pemerintahan saat ini.
Salah satu sorotan dalam aksi ini adalah coretan-coretan yang memenuhi dinding belakang Gerbang Pancasila DPR. Tembok bercat putih-hitam itu berubah menjadi ruang ekspresi publik, dipenuhi tulisan bernada kritik dan kemarahan.
Di antara puluhan pesan yang tertulis, beberapa yang paling mencolok berbunyi:
- “Rakyat menderita, pejabat joget-joget”
- “Bubarkan DPR!”
- “Sejarah bukan milik penguasa!”
Coretan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap gaya hidup para wakil rakyat dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.
Dalam orasinya, massa menyuarakan sembilan tuntutan yang dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap ketimpangan politik dan ekonomi nasional:
- Turunkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
- Bubarkan Kabinet Merah-Putih
- Bubarkan DPR RI
- Gagalkan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia
- Seret dan adili Fadli Zon terkait isu pelanggaran HAM 1998
- Tolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP)
- Transparansi gaji dan tunjangan anggota DPR
- Batalkan tunjangan rumah DPR
- Gagalkan rencana kenaikan gaji DPR
Tuntutan ini disampaikan melalui poster, pengeras suara, dan selebaran yang dibagikan kepada wartawan dan masyarakat sekitar.
Situasi sempat memanas ketika aparat kepolisian memukul mundur massa menggunakan water cannon dan gas air mata. Kericuhan terjadi di sekitar Jalan Letjen S. Parman dan flyover Slipi, menyebabkan sebagian peserta aksi berlarian ke arah jalan
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun mengimbau agar demonstrasi dilakukan secara tertib. “Kami akan menerima aspirasi dengan baik dan melakukan introspeksi,” ujarnya












