
Belitung — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah menginisiasi pendirian rumah rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza). Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus penyalahgunaan napza di wilayah tersebut.
Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, menyampaikan bahwa hingga kini Belitung belum memiliki fasilitas rehabilitasi khusus yang mampu memberikan layanan rawat inap bagi korban penyalahgunaan napza.
“Kami prihatin melihat semakin banyaknya korban napza di Belitung. Saat ini, mereka yang membutuhkan rehabilitasi harus dirujuk ke RSJ dr. Samsi Jacobalis di Sungailiat, Bangka,” ujar Vina di Tanjungpandan, Senin.
Menurutnya, RSUD dr. Marsidi Judono Belitung memang telah memberikan layanan rawat jalan bagi pasien napza, namun belum mampu menangani kasus yang memerlukan perawatan intensif.
“Sebagian besar pasien membutuhkan rawat inap agar proses pemulihan berjalan optimal. Karena itu, kami mengundang BNN Belitung, Dinas Kesehatan, RSUD Marsidi Judono, Bagian Kesra, dan DSPPA untuk berkoordinasi lintas sektor,” jelasnya.
Vina menegaskan bahwa rumah rehabilitasi yang direncanakan tidak harus berskala besar pada tahap awal. Beberapa ruang rawat inap sudah cukup untuk memulai layanan rehabilitasi yang lebih komprehensif.
Tujuan utama pendirian fasilitas ini adalah untuk menekan laju penyebaran napza di Belitung dan memberikan kesempatan bagi para penyalahguna untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
“Jika tidak ditangani, mereka bisa menjadi sumber penyebaran baru. Kita tidak boleh diam. Harus ada upaya nyata untuk pencegahan dan pemulihan,” tegas Vina.
DPRD Belitung kini tengah menyiapkan aspek administratif, infrastruktur, dan pembiayaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan fasilitas tersebut. Vina menyebut DPRD akan berperan sebagai moderator untuk menyatukan semangat dan komitmen lintas instansi.
Berdasarkan data per Agustus 2025, tercatat delapan pasien napza menjalani rawat inap di RSUD dr. Marsidi Judono Belitung—angka yang menunjukkan urgensi kehadiran rumah rehabilitasi khusus di daerah ini.












