
TANJUNGPANDAN – Alih-alih memberikan kenyamanan, fasilitas toilet di Supermarket Asoka Sudirman Belitung justru memicu kekecewaan pelanggan.
Baru saja resmi beroperasi, toilet di pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Tanjungpandan, Pangkallalang itu dilaporkan tidak berfungsi dengan baik.
Insiden terjadi pada Minggu malam (31/8/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang pelanggan, sebut saja D, mendadak mengalami sakit perut seusai berbelanja dan segera menggunakan toilet yang tersedia.
Namun setelah selesai buang air besar (BAB), ia panik karena air tidak mengalir sama sekali. Ember penampungan yang tersedia pun dalam keadaan kosong.
D terpaksa menunggu hingga 30 menit sambil meminta bantuan kepada pegawai supermarket. Meski telah dimintai tolong, air tetap tidak tersedia.
“Saya sudah minta tolong sana-sini, tapi tidak ada air sama sekali. Pegawai bilang tabung penampungan air di lantai tiga sedang diisi, tapi ditunggu lama tetap tidak keluar,” ungkap D dengan nada kesal.
Akhirnya, pegawai membawa ember berisi air untuk membantu pelanggan tersebut. Namun, keterlambatan penanganan membuat situasi semakin tidak nyaman.
‘Maaf pak, kita juga lagi sibuk. Air sudah kita isi di tabung lantai tiga dan sudah kita buka,” ujar salah satu karyawan sambil meminta pengertian.
Kejadian ini memicu kritik dari sejumlah pelanggan yang menilai manajemen Asoka Grup tidak serius mempersiapkan fasilitas dasar sebelum membuka operasional supermarket baru di Belitung.
“Toilet itu kebutuhan utama. Kalau tidak siap, jelas sangat mengecewakan. Pengunjung bisa kapok datang lagi,” ujar K, salah seorang pengunjung lainnya.
Sebagai jaringan ritel besar yang baru berekspansi ke Belitung, Asoka Grup dinilai perlu segera membenahi manajemen pelayanan, terutama fasilitas publik seperti toilet.
Jika tidak segera diperbaiki, pengalaman buruk pelanggan dapat berdampak pada citra dan kepercayaan masyarakat terhadap jaringan supermarket tersebut.
Wartawan Belitong Ekspres mencoba menghubungi pihak manajemen Asoka Sudirman Belitung untuk konfirmasi, namun belum berhasil.
“Maaf, Pak Eko sudah pulang,” ujar seorang pegawai singkat.












