
Manggar, Beltim — Dalam suasana silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dengan insan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang digelar Sabtu malam (27/9/2025) di Amfiteater Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tercatat sejumlah media dan organisasi hadir untuk berdialog langsung dengan Bupati Kamarudin Muten (Afa).
Namun, absennya media daring jabejabe.co dari daftar undangan turut menjadi sorotan internal redaksi.
Pimpinan Redaksi Jabe Jabe, Subrata, menyampaikan bahwa ketidakhadiran pihaknya bukan karena disengaja, melainkan karena media tersebut memang belum terdaftar dalam Pokja Wartawan Belitung Timur.
“Ya mungkin sangat wajar karena jabejabe.co media baru, masih amatir dan belum begitu dikenal di Beltim. Sampai saat ini kami memang tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun, termasuk Pokja Wartawan Beltim, jadi dimaklumi saja jika tidak masuk daftar undangan,” ujarnya.
Subrata menegaskan bahwa meski belum tergabung dalam forum resmi wartawan daerah, Jabe Jabe tetap berkomitmen menyajikan informasi yang akurat dan berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga membuka ruang untuk sinergi dengan pemerintah daerah dan komunitas pers lainnya, selama tetap menjaga independensi redaksi.
Sementara itu, dalam forum silaturahmi tersebut, Bupati Afa menekankan pentingnya transparansi, harmoni, dan arah pembangunan yang terukur. Ia menyampaikan bahwa meski kondisi fiskal daerah tengah mengalami penurunan transfer keuangan dari pusat, komitmen terhadap visi-misi pembangunan tetap dijalankan.
“Pada 9 Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Manggar ke-154, kita juga akan mengumumkan agenda baru untuk kemajuan Beltim,” ujar Afa
Bupati juga menegaskan bahwa kritik konstruktif dari media dan LSM sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan kebijakan.
“Pemerintah siap menerima kritik yang membangun. Komunikasi dua arah seperti ini penting agar program yang kita jalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya
Meski belum terlibat dalam forum resmi, kehadiran media independen seperti Jabe Jabe menjadi potensi baru dalam ekosistem informasi lokal.
Dalam konteks pembangunan daerah yang inklusif, keberagaman suara media menjadi bagian penting dari demokrasi dan kontrol sosial.












