Sidoarjo, Jawa Timur — Upaya evakuasi terhadap santri yang tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga hari ketiga, Rabu (01/10).
Proses pencarian masih berpacu dengan waktu, mengingat masa krusial atau golden time dalam penyelamatan korban hidup diperkirakan berlangsung selama 72 jam pasca kejadian.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI M. Syafeii, menyampaikan bahwa tim telah mulai menyentuh titik-titik lokasi korban dan berupaya memberikan bantuan langsung.
“Saat ini kita mengejar golden time. Sesuai teori memang 72 jam. Namun pada saat kita sudah bisa menyentuh korban, kita sudah bisa mensuplai minuman, vitamin, bahkan infus sudah bisa kita berikan. [Sehingga] memungkinkan yang bersangkutan ini bisa bertahan lebih lama,” ujar Syafeii kepada wartawan di lokasi, Rabu (01/09).
Sementara itu, Emi Freezer, Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia Basarnas, menjelaskan bahwa tim belum dapat menjangkau korban secara langsung, namun telah berhasil mengirimkan bantuan melalui celah bangunan.
“Kami belum bisa touch langsung ke mereka. Kami hanya bisa deliver suplemen melalui celah kecil yang ada di pilar utama yang ada di tengah,” jelas Emi.
Ia menambahkan bahwa saat ini tim sedang menggali terowongan kecil di bawah struktur bangunan untuk mempercepat akses menuju lokasi korban.
Situasi di lapangan masih penuh tantangan, namun semangat para petugas tetap tinggi demi menyelamatkan nyawa para santri yang masih terperangkap.












