Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Budidaya Ikan Nila Dorong Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan di Bangka Belitung
Inshot 20251107 155054081

Budidaya Ikan Nila Dorong Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan di Bangka Belitung

Intisari Berita:

  • Budidaya ikan nila sebagai pendorong perekonomian dan perwujudan ekonomi biru.
  • Ekonomi biru di Bangka Belitung zona 1 mencapai 92,82 persen.
  • Pembukaan titik ekonomi baru dan lapangan kerja.

Budidaya ikan nila kini menjadi opsi menjanjikan bagi masyarakat Bangka Belitung dalam meningkatkan perekonomian sekaligus mewujudkan visi ekonomi biru. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Bangka Belitung, Syukriah, menyampaikan hal ini usai kegiatan FGD dan webinar bertema Kebijakan Ekonomi Biru dan Dukungan Perikanan Budidaya untuk Ketahanan Pangan, Kamis (6/11/2025).

“Ekonomi biru di Babel zona 1 sudah mencapai 92,82 persen, mendekati ambang batas. Kemenkeu mengajak masyarakat untuk mencari alternatif lain di sektor perikanan, yaitu budidaya di laut, pesisir, dan darat,” ujar Syukriah.

Ia menyoroti tantangan yang dihadapi nelayan kecil dalam menangkap ikan di zona laut hingga 12 mil, yang semakin sulit dan berisiko.

“Nelayan kecil makin kesulitan menjangkau zona tangkap. Kita perlu solusi yang tidak hanya menjaga ekosistem, tapi juga memperkuat ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, budidaya perikanan dinilai urgen untuk mengurangi tekanan eksploitasi, mendukung ketahanan pangan, dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Kanwil DJPb Bangka Belitung kini memfokuskan pengembangan budidaya di darat, khususnya ikan nila, yang dinilai memiliki potensi besar.

“Ikan nila punya nilai ekonomi dan ekspor, bisa dibudidayakan dengan modal kecil, dan cocok untuk skema komunal. Ini peluang besar bagi desa-desa pesisir dan pedalaman,” jelas Syukriah.

Selain membuka lapangan kerja baru, budidaya nila juga berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

“Kita tidak hanya bicara ekspor, tapi juga soal gizi keluarga, ketahanan pangan, dan kemandirian desa,” tambahnya.

Namun, Syukriah mencatat bahwa pertumbuhan produksi nila masih fluktuatif akibat pola budidaya musiman.

“Kalau mau ekspor, petani harus konsisten. Produksi harus stabil, ada peta pertumbuhan, dan kemitraan dengan SPPG agar bisa masuk program MBG,” ujarnya.

Artikel Terkait

Inshot 20251205 214943024

Bupati Belitung Teken MoU Pengembangan…

Intisari Berita JAKARTA,— Komitmen Pemerintah Kabupaten…

Inshot 20251205 200213879

“Kalau Tidak Ada Makanan, Kirimkan…

intisari Berita Delapan hari telah berlalu…

Inshot 20251205 190703601

Wapres Gibran Kunjungi Tapanuli Selatan,…

Intisari Berita Wakil Presiden RI, Gibran…

Budidaya Ikan Nila Dorong Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan di Bangka Belitung – Media Daulat Rakyat