Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Mimpi dari Kota Kecil: Fathan dan Arzyla Menembus Panggung STEM Nasional
Inshot 20251107 211336653

Mimpi dari Kota Kecil: Fathan dan Arzyla Menembus Panggung STEM Nasional

Intisari Berita

  • Fathan Mahardika Pranaja dan Arzyla Quenna, dua siswa SMP Negeri 1 Manggar, Belitung Timur, berhasil lolos ke tahap nasional Program Bina Talenta Indonesia bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) jenjang SMP yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen RI.
  • Dari lebih dari 4.000 peserta se-Indonesia, mereka termasuk segelintir yang terpilih untuk mengikuti pembinaan luring di universitas ternama: Fathan di UPI Bandung dan Arzyla di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
  • Prestasi ini berawal dari pembinaan daring selama dua bulan, di mana mereka belajar langsung dari para dosen dan pakar STEM.
  • Dukungan dari sekolah, guru, dan keluarga menjadi kunci keberhasilan mereka. Kepala sekolah Titin Purwasari berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain di daerah, membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari kota kecil.

Manggar, Belitung Timur – Tawa dua pelajar SMP Negeri 1 Manggar terdengar riang. Fathan Mahardika Pranaja dan Arzyla Quenna, dua remaja yang tumbuh di kota kecil penghasil timah dan perikanan ini, baru saja menorehkan prestasi luar biasa: mereka lolos sebagai peserta Program Bina Talenta Indonesia Tahap 2 Luring bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) jenjang SMP.

Program bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini diikuti oleh lebih dari 4.000 pelajar SMP dari seluruh Indonesia. Hanya segelintir yang berhasil melangkah ke tahap nasional — dan dua di antaranya berasal dari ruang kelas sederhana di ujung timur Pulau Belitung.

“Kami hampir terlambat mendaftar,” ungkap Titin Purwasari, S.Pd., Kepala SMPN 1 Manggar, kepada Kompas.com. “Tapi kami percaya, kalau niatnya baik dan anak-anaknya punya semangat, pasti ada jalan”.

Sekolah mengirim tiga siswa untuk mengikuti seleksi. Berkat ketekunan dan kerja keras, Fathan dan Arzyla berhasil lolos. Fathan akan berangkat ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, sementara Arzyla ke Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Dari Kelas Daring ke Dunia STEM

Sebelum melangkah ke tahap luring, mereka mengikuti pembinaan daring selama dua bulan. Di sana, mereka belajar langsung dari para dosen dan pakar STEM dari UPI dan Binus. Materi yang mereka pelajari mencakup teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan.

“Kami belajar banyak tentang teknologi, bahkan sempat membahas Artificial Intelligence (AI),” ujar Fathan, siswa kelas IX yang juga Ketua OSIS.

Meski awalnya kesulitan, metode pembelajaran yang interaktif membuat mereka semakin penasaran. Fathan mengaku pengalaman ini membuka cakrawala baru: bertemu teman-teman dari Sabang sampai Merauke, semua membawa semangat yang sama — membangun Indonesia lewat ilmu dan inovasi.

“Kami belajar bahwa ilmu bukan cuma soal nilai, tapi tentang bagaimana kita bisa berguna untuk banyak orang,” tuturnya mantap.

Doa, Dukungan, dan Harapan

Di balik pencapaian ini, ada dukungan besar dari guru dan keluarga. Fathan menyebut keberhasilannya sebagai buah dari doa orang tua dan bimbingan para guru.

“Terima kasih untuk Ibu Kepala Sekolah, semua guru SMPN 1 Manggar, dan tentu kedua orang tua saya. Saya bersyukur kepada Allah atas kesempatan ini,” ucapnya dengan mata berbinar.

Perjalanan belum selesai. Mereka masih harus mengikuti pembinaan dan kompetisi tingkat nasional. Namun semangat mereka tak surut sedikit pun.

“Semoga kami bisa memberikan hasil terbaik untuk Belitung Timur dan Bangka Belitung,” harap Fathan.

“Dan semoga adik-adik kami nanti bisa ikut jejak ini — berani bermimpi dan berani mencoba.”

Dari Belitung Timur untuk Indonesia

Kepala Sekolah Titin Purwasari berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lain di daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dari daerah pun, anak-anak bisa bersinar di panggung nasional. Kuncinya tekun, percaya diri, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Dari ruang kelas sederhana di Manggar, dua pelajar muda ini membuktikan bahwa impian besar bisa lahir dari tempat kecil.

Dengan tekad, doa, dan ilmu pengetahuan, mereka melangkah membawa harapan baru — bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk tanah kelahiran mereka, Belitung Timur.

Artikel Terkait

Inshot 20251205 214943024

Bupati Belitung Teken MoU Pengembangan…

Intisari Berita JAKARTA,— Komitmen Pemerintah Kabupaten…

Inshot 20251205 200213879

“Kalau Tidak Ada Makanan, Kirimkan…

intisari Berita Delapan hari telah berlalu…

Inshot 20251205 190703601

Wapres Gibran Kunjungi Tapanuli Selatan,…

Intisari Berita Wakil Presiden RI, Gibran…

Mimpi dari Kota Kecil: Fathan dan Arzyla Menembus Panggung STEM Nasional – Media Daulat Rakyat