Intisari Berita
- Kapus Pengembangan dan Perlindungan Sastra menekankan peran penting keluarga dalam melestarikan bahasa daerah, yang didukung oleh
- Festival Tunas Bahasa Ibu dan program pemerintah daerah untuk menjaga warisan budaya dan nilai luhur bangsa.
Tanjungpandan, Belitung- – Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya peran keluarga dalam melestarikan bahasa daerah. Dalam acara puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025 di Hotel BW Suite, Kamis (6/11/2025), Dora menyatakan bahwa interaksi dalam keluarga menggunakan bahasa daerah adalah kunci untuk mencegah kepunahan bahasa tersebut.
“Selama bahasa daerah masih digunakan dalam lingkungan keluarga, kelestariannya akan terjaga,” ujarnya.
Dora menambahkan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu adalah puncak dari revitalisasi bahasa daerah yang telah berlangsung sejak 2021. Ia berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan upaya ini untuk memastikan kelestarian bahasa daerah.
Asisten Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Belitung, Soebagio, yang mewakili Bupati Belitung, menyatakan bahwa menjaga bahasa ibu berarti menjaga nilai budaya dan luhur bangsa. Bahasa ibu adalah warisan yang membimbing kita memahami identitas, sejarah, dan nilai-nilai kehidupan.
“Kita harus menyalakan kembali semangat pelestarian bahasa daerah agar tetap hidup dan tumbuh di hati generasi muda,” kata Soebagio.
Soebagio juga menyoroti relevansi kegiatan ini dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Belitung, seperti Penguatan Karakter dan Literasi Lokal, Belitung Cerdas Berkarakter, dan Belitung Lestari, yang semuanya bertujuan untuk melestarikan bahasa dan budaya daerah.












