Intisari Berita erita:
- Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni beserta rombongan tiba di Bangka Belitung pada Sab22/11/2025 untuk kunjungan kerja, disambut oleh Gubernur Hidayat Arsani dan Pj Sekda Fery Afriyanto di Bandara Depati Amir.
- Mereka beristirahat sejenak di ruang VIP sambil menikmati hidangan khas, lalu menuju hotel untuk agenda tertutup. Menhut diperkirakan akan tinggal selama dua hari.
PANGKALPINANG, 22 November 2025 – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni beserta rombongan tiba di Bandara Depati Amir, Pangkalanpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Sabtu (22/11). Kedatangan Menhut disambut langsung oleh Gubernur Babel Hidayat Arsani bersama Penjabat Sekda Fery Afriyanto di Gedung Terminal VIP.
Gubernur Hidayat menyambut hangat tamu kehormatan tersebut dengan sapaan akrab. “Apa kabar Pak Menhut, selamat datang di Bangka Belitung,” ujarnya sambil menyalami Raja Juli Antoni.
Setelah itu, Gubernur mengajak Menteri Kehutanan beristirahat sejenak di ruang VIP, berbincang santai, dan menikmati hidangan khas tradisional Babel.
Kunjungan kerja Menhut RI ke Babel dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Agenda utama adalah pertemuan dengan Gubernur Hidayat dan jajaran pemerintah daerah untuk membahas isu-isu kehutanan, lingkungan hidup, serta pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Hidayat menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat kerja sama dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Babel,” katanya.
Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan.
“Babel memiliki potensi besar dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan kebijakan nasional benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” ungkapnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga lingkungan hidup sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di Bangka Belitung.












