Intisari Berita
- Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, mengikuti ritual adat di Belitung sebagai upaya untuk mengharmoniskan kepemimpinannya dengan Gubernur, memohon keselamatan dalam menjalankan tugas, serta memohon dukungan moral dalam menghadapi masalah hukum yang sedang dihadapinya.
BELITUNG – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, mengikuti ritual adat “mulangkan runut” dan “tolak bala” di Belitung. Ritual ini bertujuan untuk mengharmoniskan kepemimpinannya bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Usai mengikuti ritual adat di rumah panggung Melayu Belitung pada hari Sabtu, Hellyana menyatakan bahwa adat istiadat memang harus dibudayakan. Ia percaya bahwa setiap petuah adat dan istiadat mengandung hikmah dan makna.
Hellyana menjelaskan bahwa saat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur, ia juga mengikuti ritual adat “betare” (pamitan) kepada tokoh-tokoh adat setempat. Ia menambahkan bahwa ritual “mulangkan runut” ini baru pertama kali diikuti sebagai tanda terima kasih atas terpilihnya ia sebagai Wakil Gubernur Bangka Belitung.
Selain itu, ritual adat ini juga bertujuan untuk menolak “balak” atau bahaya demi keselamatan dirinya selama bertugas. Hellyana merasa ritual ini sangat tepat, karena setelah terpilih, ia merasa melupakan pentingnya pamitan kepada tokoh adat.
Hellyana berharap ritual ini dapat memulihkan dan mengharmoniskan hubungannya dengan Gubernur Hidayat Arsani, sesuai dengan keinginan masyarakat agar roda pemerintahan berjalan baik.
Ia juga menjelaskan bahwa ritual adat ini menjadi dukungan moral baginya yang tengah menghadapi persidangan terkait kasus tagihan hotel sebesar Rp22 juta. Hellyana memohon doa agar dijauhkan dari bahaya demi menjaga marwah dan martabatnya dalam menghadapi persoalan hukum yang sedang dihadapi.












