Intisari Berita
- Hari ini (7/12/2025), air pasang laut menggenangi Pantai Tanjung Pendam dan pesisir sekitarnya di Belitung, menyebabkan banjir rob.
- BPBD mengimbau warga waspada setelah peringatan dari BMKG.
- Aktivitas wisata terhenti, warung tergenang, dan warga harus mengamankan barang.
- Banjir rob sering terjadi karena pesisir landai, perubahan iklim, dan kenaikan muka air laut.
Belitung, 7 Desember 2025 – Fenomena banjir rob kembali mengancam kawasan pesisir Kabupaten Belitung. Sejak pagi hari, air pasang laut telah menggenangi Pantai Tanjung Pendam dan sejumlah titik pesisir di sekitarnya. Menyikapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tetap waspada.
Imbauan Resmi
Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Agus Supriadi, menyampaikan peringatan kepada warga pesisir di Tanjungpandan, Minggu (7/12).
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai untuk mewaspadai potensi terjadinya banjir rob,” ujarnya. Imbauan ini dikeluarkan setelah BMKG memberikan peringatan terkait potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Belitung.
Kronologi dan Lokasi Terdampak
- Pagi hari: Air laut mulai naik dan meluber ke daratan.
- Lokasi: Pantai Tanjung Pendam dan kawasan pesisir sekitarnya.
- Kondisi lapangan: Jalanan dan fasilitas wisata tergenang, sehingga aktivitas wisata terganggu.
Dampak Kejadian
- Aktivitas wisata di Pantai Tanjung Pendam terhenti sementara.
- Warung dan fasilitas wisata mengalami genangan air.
- Warga pesisir harus mengamankan barang-barang agar tidak terendam.
Siti Aminah, seorang pedagang di kawasan Pantai Tanjung Pendam, mengungkapkan keresahan.
“Air masuk sampai ke warung, jadi kami terpaksa tutup sementara. Kejadian seperti ini makin sering, dan tentu merugikan kami yang bergantung pada wisatawan,” katanya.
Banjir rob di Belitung bukan hal baru. Kondisi geografis pesisir yang landai membuat kawasan wisata seperti Tanjung Pendam rentan terhadap pasang laut.
Selain faktor alam, perubahan iklim dan kenaikan muka air laut juga menjadi pemicu meningkatnya intensitas banjir rob di wilayah pesisir.












