
Intisari Berita
- Di pinggir Jalan Pak Mangga, aspal yang turun perlahan berubah jadi jebakan. Setiap hujan, tanah makin tergerus, dan pengendara hanya bisa waspada sambil berharap jalan segera diperbaiki
Tanjung pandan Belitung, 15 Desember 2025-Di ruas Jalan Pak Mangga, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan, Belitung, kerusakan jalan bukan lagi sekadar retakan kecil. Aspal di bagian pinggir turun dan amblas, meninggalkan jalur yang rawan bagi pengendara.
Senin (15/12/2025), kondisi ini semakin jelas terlihat: dua titik kerusakan dengan panjang sekitar 1,5 meter dan lebar 60 sentimeter menganga di sisi jalan.
Bagi pengendara motor maupun mobil, melewati ruas ini berarti berjudi dengan keselamatan. Jika dua mobil berpapasan, salah satunya harus mengalah, menepi dengan hati-hati agar tidak terperosok.
Suara Warga: “Takutnya Ada Korban Dulu”
Masri Fajar, warga sekitar, menghela napas panjang saat ditanya soal kondisi jalan.
“Sudah lama, sudah berbulan-bulan. Ini semakin hari semakin parah, apalagi musim hujan. Tanah makin turun digerus air, bisa semakin amblas,” ujarnya.
Kenangan buruk pun kembali. Tahun 2023, kerusakan serupa pernah terjadi. Jalan sempat ditambal, namun kini rusak lagi.
“Kalau dua mobil ketemu, satu harus tetap mengalah. Takutnya nanti ada korban kalau lama-lama dibiarkan,” tambahnya.
Menunggu Perbaikan
Kerusakan jalan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan warga. Namun, perbaikan tampaknya masih harus menunggu. Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung, Oscar Yulanda, menyebut pihaknya akan segera melakukan pengecekan lapangan.
“Nanti kami akan melakukan pengecekan langsung. Perbaikan jalannya akan kami programkan tahun 2026,” kata Oscar.
Antara Harapan dan Kekhawatiran
Bagi warga, janji perbaikan di tahun depan terasa terlalu lama. Jalan yang rusak setiap hari mereka lalui, dengan risiko yang terus mengintai.
Di tengah hujan yang mengguyur Belitung, kekhawatiran itu semakin nyata: jangan sampai korban jatuh dulu baru ada tindakan.












