Dengarlah
ESu
Ketika semua pintu
sudah tertutup
tak ada jalan untuk masuk
semua membisu
tak ada yang mau bicara
ketahuilah pasti ada
sedikit celah
dan dari sana kau bisa
menelisik
mendengar luka
Mereka tertutup karena
kebodohannya
Mereka ingin solusi
bukan pidato atau nasehat
mereka juga ingin keluar
dari kubangan itu
Kau punya solusi, berilah
Ia sudah menyesal
sedalam sesal
ulurkan tali
tariklah ia keluar
dari kubangan itu
Mengapa ia membisu
tak mau bicara padamu
Ia merasa engkau dewa
yang sulit dijangkau
tak sampai kalimatnya
padamu
Sungguh hatinya menjerit
Ia sudah berteriak
Ia merasa tak ada orang
yang mendenar
Tak ada yang peduli
hanya bisa menyalah-nyalahkan
Aku baru paham
mengapa hal ini jadi
buah pikiran ibuku
karena kearifannya menangkap
siluet samar
tetapi batinnya menangkap
‘Ini ada yang aneh, janggal’
Sudah ia suarakan
tapi tak ada yang hirau
Getar hatinya
membaca kegelisahan itu
Ia juga tak tau
apa obat mujarab yang
harus ia berikan
Dengarlah, bantu dia
tak mampu ia merangkai
kata untuk meminta
bantuan padamu
Luka itu ia simpan saja
ia rasakan pedihnya
Adakah kau bisa
membuka jalan buntu
yang sedang ia hadapi
Jogya, 16 Des 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














