Jakarta, 20 Desember 2025-Kombes (Pol) Murry Miranda SIK pernah diusulkan sebagai kandidat untuk menerima Hoegeng Awards pada tahun 2022, namun bukan penerima akhir penghargaan tersebut.
Kandidat yang dianggap layak menerima penghargaan atas integritas dan dedikasi sebagai anggota Polri, dan nama Murry Miranda muncul sebagai salah satu usulan populer pada saat itu. Usulan tersebut didasari oleh kisah inspiratifnya dalam membantu masyarakat miskin di Rote Ndao, termasuk membagikan sembako dan membedah rumah warga.
Kombes Pol Murry Miranda adalah perwira menengah Polri yang saat ini menjabat sebagai Wakapolda Bangka Belitung sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres Rote Ndao (2015–2018), dikenal karena kepeduliannya terhadap masyarakat dengan program sembako dan bedah rumah. Saat ini ia menjabat sebagai Irwasda Polda NTT setelah sebelumnya bertugas di Polda Maluku Utara.
Latar Belakang & Karier
- Nama lengkap: Kombes Pol Murry Miranda
- Jabatan penting:
- Kapolres Rote Ndao, NTT (2015–2018)
- Irwasda Polda Maluku Utara (hingga 2024)
- Irwasda Polda NTT (mutasi Desember 2024)
- Penghargaan & pengakuan:
- Menjadi kandidat Hoegeng Awards 2022 berkat kiprah sosialnya.
- Diberi gelar adat “Maneleo Inahuk” oleh masyarakat Rote Ndao sebagai bentuk penghormatan.
Kiprah Sosial
- Saat menjabat Kapolres Rote Ndao, ia dikenal aktif membagikan sembako kepada warga kurang mampu.
- Melaksanakan program bedah rumah untuk masyarakat miskin dengan kondisi rumah tidak layak.
- Menekankan bahwa tugas polisi bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga pengabdian sosial demi kesejahteraan masyarakat.
Mutasi & Kekayaan
- Pada akhir 2024, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi Murry Miranda dari Polda Maluku Utara ke Polda NTT.
- Ia termasuk dalam daftar 13 perwira menengah yang dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri ST/2776/XII/KEP/2024.
- Laporan harta kekayaan (LHKPN) menunjukkan aset yang dimilikinya, meski detail jumlah tidak disebutkan dalam ringkasan publik.
-Catatan Penting
- Citra publik: Kombes Murry Miranda dipandang sebagai sosok polisi humanis, dekat dengan masyarakat, dan berorientasi pada pelayanan sosial.
- Identitas lokal: Gelar adat “Maneleo Inahuk” menegaskan penerimaan masyarakat NTT terhadap dirinya sebagai bagian dari komunitas.
- Karier berlanjut: Dengan jabatan Irwasda Polda NTT, ia tetap berperan dalam pengawasan internal kepolisian di wilayah tersebut.












