Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Jalan Air Mungkui–Mempiu Ditutup Sementara, Oprit Jembatan Air Mungkui I Amblas Akibat Aliran Air Pasca Hujan Deras
Inshot 20260111 023434785

Jalan Air Mungkui–Mempiu Ditutup Sementara, Oprit Jembatan Air Mungkui I Amblas Akibat Aliran Air Pasca Hujan Deras

Intisari Berita

  • Ruas jalan Air Mungkui–Mempiu ditutup sementara untuk keselamatan pengguna jalan, khususnya ruas dari Air Mungkui (Tugu Nanas) menuju Mempiu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.
  • Penyebab penutupan adalah kerusakan parah pada oprit Jembatan Air Mungkui I, akibat tekanan aliran air tinggi pasca hujan deras.
  • Pemeriksaan lapangan dilakukan pada Jumat (10/1/2026) pukul 14.00–16.00 WIB oleh tim Dinas PUPR Kabupaten Belitung, saat cuaca mendung setelah hujan deras.
  • Kerusakan berupa lubang besar dengan dimensi signifikan: lebar sekitar 7 meter, panjang kurang lebih 3 meter, dan kedalaman 1–2 meter. Permukaan aspal sekitarnya masih baik, namun tanah timbunan di bawahnya kosong karena terbawa aliran air.
  • Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung, Oskar Yolanda, menjelaskan bahwa lubang selebar badan jalan sehingga tidak dapat dilewati kendaraan roda dua maupun empat.
  • Analisis awal penyebab kerusakan: interaksi air dengan struktur tanah timbunan yang mengakibatkan penggerusan material dasar secara perlahan.
  • Tim teknis sedang melakukan kajian mendalam untuk menentukan skema perbaikan, dan masyarakat diimbau menggunakan alternatif jalur sementara.

Tanjung pandan Belitung-Akses jalan penghubung ruas Air Mungkui (di sekitar kawasan Tugu Nanas) menuju arah Mempiu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung terpaksa ditutup sementara untuk keselamatan pengguna jalan. Penutupan dilakukan sejak hari Jumat (10/1/2026) setelah ditemukan kerusakan parah pada oprit Jembatan Air Mungkui I, yang disebabkan oleh tekanan aliran air yang tinggi pasca terjadinya hujan deras di wilayah tersebut.

Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belitung melakukan pemeriksaan lapangan mulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, saat cuaca sudah mulai mendung setelah beberapa jam sebelumnya hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Kecamatan Membalong. Selama pemeriksaan, tim menemukan kondisi yang mengkhawatirkan pada bagian oprit atau jalan pendekat jembatan yang menjadi perantara akses menuju Mempiu.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung, Oskar Yolanda, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi bukan hanya sebatas keretakan permukaan jalan, melainkan berupa lubang besar yang disertai penurunan struktur tanah di bawahnya.

“Kerusakan terjadi pada oprit jembatan dengan kondisi lubang sudah selebar badan jalan secara keseluruhan, sehingga tidak mungkin bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas dengan aman. Kami memutuskan untuk menutup akses segera guna menghindari risiko kecelakaan yang lebih besar,” ujarnya dalam keterangan resmi setelah pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan tim pada sekitar pukul 16.00 WIB, lubang yang terbentuk pada oprit jembatan memiliki dimensi cukup signifikan: lebar sekitar 7 meter (sesuai lebar badan jalan), panjang kurang lebih 3 meter, dan kedalaman mencapai rentang 1 hingga 2 meter tergantung pada titik pengukuran.

“Perkerasan aspal di lokasi kerusakan tampak amblas dan jatuh ke dalam rongga yang terbentuk di bawahnya. Fenomena ini cukup unik karena permukaan aspal di sekitar area lubang masih terlihat dalam kondisi baik secara visual, namun struktur tanah dan material timbunan di bawahnya telah mengalami kekosongan akibat tercuci dan terbawa aliran air deras,” jelas Oskar lebih lanjut.

Menurut analisis awal dari pihak Dinas PUPR, kerusakan tersebut disebabkan oleh interaksi yang berkelanjutan antara air hujan dengan struktur tanah timbunan pada bagian dasar oprit jembatan. Aliran air yang deras dan berkelanjutan telah menggerus material dasar secara perlahan hingga akhirnya menyebabkan keruntuhan struktur di atasnya.

Saat ini, tim teknis sedang melakukan kajian lebih mendalam untuk menentukan skema perbaikan yang paling tepat dan aman, termasuk mengevaluasi kondisi struktur jembatan utama yang berada di belakang oprit tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki rencana perjalanan melalui rute tersebut untuk mencari alternatif jalur sementara. Tim kami akan terus memantau kondisi lokasi dan melakukan perbaikan secepat mungkin guna memulihkan akses jalan yang aman bagi semua pengguna,” tambah Oskar.

Pihak terkait juga telah memasang rambu peringatan dan penutupan jalan di beberapa titik awal akses untuk menghindari kendaraan yang tidak mengetahui kondisi kerusakan tersebut.

Artikel Terkait

InShot 20260531

Fenomena Blue Moon 31 Mei…

Jakarta, 31 Mei 2026 — Malam…

InShot 20260531

Bupati Beltim Lantik 6 Pejabat…

Belitung Timur – Bupati Belitung Timur…

InShot 20260531

Maras Taun di Air Batu…

BELITUNG – Pemerintah Desa Air Batu…