Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Belitung Kembangkan Lahan Tidur untuk Perluasan Sawah
Inshot 20260121 094758427

Belitung Kembangkan Lahan Tidur untuk Perluasan Sawah

Intisari Berita

  • Pemerintah Kabupaten Belitung merancang pemanfaatan lahan tidur untuk perluasan sawah.
  • Puluhan hektare lahan yang belum dimanfaatkan masyarakat akan dikembangkan agar produksi padi meningkat.
  • Target tahun 2026: sawah seluas 545,52 hektare di Kecamatan Membalong dan Badau diharapkan menghasilkan 1.691 ton padi.
  • Produksi padi tahun 2025 tercatat 1.120 ton GKG, sedikit di bawah target 1.197 ton GKG akibat cuaca anomali.
  • Program ini diharapkan mendukung swasembada pangan dan kemandirian daerah.

Tanjungpandan Belitung– Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah merancang pemanfaatan lahan tidur untuk memperluas areal persawahan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Belitung, Tenny Meireni, menjelaskan terdapat puluhan hektare lahan yang belum dimanfaatkan masyarakat akan dialihfungsikan menjadi sawah produktif. “Dengan pemanfaatan lahan tidur ini, produksi padi hasil panen petani diharapkan meningkat. Kami berharap program ini mendapat dukungan semua pihak demi swasembada dan kemandirian pangan daerah,” ujarnya di Tanjungpandan, Selasa.

Menurut Tenny, pada 2026 sawah yang digarap petani seluas 545,52 hektare ditargetkan mampu menghasilkan 1.691 ton padi. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Membalong dan Kecamatan Badau. “Saya optimistis target produksi padi tahun 2026 dapat tercapai,” katanya.

Sementara itu, produksi padi di Belitung hingga November 2025 tercatat 1.120 ton gabah kering giling (GKG), dari target 1.197 ton GKG. “Produksi padi tahun 2025 cukup maksimal meski tidak mencapai target, karena saat itu kondisi cuaca anomali,” jelasnya.

Latar Belakang dan Harapan

  • Ketahanan pangan: Program ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar.
  • Pemanfaatan lahan tidur: Lahan yang selama ini tidak produktif akan dioptimalkan sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat.
  • Pemberdayaan petani: Dengan perluasan sawah, peluang kerja dan pendapatan petani diharapkan meningkat.

Tantangan yang Dihadapi

  • Cuaca anomali: Seperti yang terjadi pada 2025, kondisi iklim yang tidak menentu dapat memengaruhi hasil panen.
  • Ketersediaan infrastruktur: Perlu dukungan irigasi, akses jalan, dan sarana produksi agar lahan baru benar-benar produktif.
  • Partisipasi masyarakat: Keberhasilan program bergantung pada kesediaan masyarakat untuk mengelola lahan tidur secara berkelanjutan.

Prospek ke Depan
Jika target produksi tercapai, Belitung berpeluang menjadi salah satu daerah penopang pangan di Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, program ini dapat menjadi model pemanfaatan lahan tidur di daerah lain yang menghadapi keterbatasan lahan produktif.

Artikel Terkait

InShot 20260211

Menkes Sentil Orang Kaya Penerima…

Intisari Berita JAKARTA – Menteri Kesehatan…

InShot 20260211

Data PBI JKN Ditentukan Daerah,…

Intisari Berita Menteri Sosial Saifullah Yusuf…

InShot 20260211

Diduga Tipu Warga Rp25 Juta,…

Intisari Berita Belitung – Jajaran Satreskrim…

Belitung Kembangkan Lahan Tidur untuk Perluasan Sawah – Media Daulat Rakyat