Intisari Berita
- Korban: Rusmanto, warga Desa Aik Rayak, Tanjungpandan, Bangka Belitung.
- Peristiwa: Tewas diterkam buaya saat mandi di kolong bekas tambang timah bersama anaknya, Adrian.
- Kronologi:
- Usai menambang timah, Rusmanto dan Adrian berniat membersihkan diri.
- Mereka sempat melempar kayu ke kolong untuk memastikan aman, namun tidak ada tanda bahaya.
- Saat mandi, buaya tiba-tiba muncul dan menyeret Rusmanto.
- Sebelum tenggelam, Rusmanto sempat mendorong Adrian menjauh agar selamat.
- Suasana: Rumah duka dipenuhi keluarga dan kerabat, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman.
- Konteks: Kolong bekas tambang di Babel kerap menjadi habitat buaya. Aparat desa mengimbau warga lebih waspada dan berencana memasang tanda peringatan di lokasi rawan.
Tanjungpandan, Babel — Suasana duka menyelimuti kediaman Rusmanto di Desa Aik Rayak, Tanjungpandan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (10/2/2026) siang. Kursi-kursi di rumah duka dipenuhi keluarga besar yang baru saja mengikuti prosesi pemakaman. Tangis sesekali pecah, menambah pilu suasana.
Di tengah kesedihan, Adrian—anak korban sekaligus saksi mata—muncul dari dalam rumah usai menunaikan salat jenazah. Dengan suara bergetar, ia menceritakan detik-detik tragis yang merenggut nyawa ayahnya. “Posisi awal kami selesai menambang timah, lalu niatnya mau bebersih,” ujarnya pelan.
Kronologi Kejadian
Menurut Adrian, peristiwa itu terjadi setelah mereka selesai menambang timah. Dalam kondisi tubuh kotor, keduanya berniat membersihkan diri di kolong tambang. Sebelum mandi, mereka sempat melempar kayu ke permukaan air untuk memastikan tidak ada predator. Air tetap tenang, tidak ada riak mencurigakan. “Kami sempat waspada juga, tapi tidak ada tanda-tanda buaya,” kata Adrian.
Merasa aman, ayah dan anak itu pun mulai mandi. Saat Adrian hendak meminta sampo, ia menoleh ke arah ayahnya. Seketika, seekor buaya muncul dan menyeret Rusmanto ke dalam air. Dalam sepersekian detik, sang ayah hilang dari pandangan. Adrian hanya bisa terpaku, menyaksikan tragedi yang tak pernah ia bayangkan seumur hidup.
Suasana Duka
Keluarga besar Rusmanto masih sulit menerima kenyataan. Beberapa kerabat menyebut almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penyayang keluarga. “Beliau selalu mendahulukan anak-anaknya. Bahkan di detik terakhir, ia sempat mendorong Adrian menjauh agar selamat,” ungkap seorang tetangga.
Fenomena Serangan Buaya
Kasus serangan buaya di Bangka Belitung bukan kali pertama terjadi. Kolong bekas tambang timah sering menjadi habitat predator tersebut. Warga setempat mengaku sudah terbiasa waspada, namun tetap saja ancaman datang tiba-tiba. Aparat desa mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kolong, terutama pada musim hujan ketika air meluap.
Penanganan dan Imbauan
Jenazah Rusmanto berhasil ditemukan setelah pencarian oleh warga bersama tim SAR. Pemerintah daerah berjanji akan meningkatkan sosialisasi tentang bahaya buaya di kolong tambang. “Kami akan koordinasi dengan pihak terkait untuk memasang tanda peringatan di lokasi rawan,” kata seorang pejabat desa.







