Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Yanti Musabine: Penjaga Harapan Harimau Sumatera
InShot 20260225

Yanti Musabine: Penjaga Harapan Harimau Sumatera

Intisari Berita

  • Sebuah foto viral memperlihatkan dokter hewan Yanti Musabine duduk tenang di atas perahu kecil bersama seekor Harimau Sumatera yang terbius dan lemah. Foto tersebut menggambarkan proses evakuasi satwa langka melalui jalur sungai, sebuah misi penuh risiko yang dilakukan Yanti demi menyelamatkan harimau dari ancaman kepunahan.
  • Harimau Sumatera, satu-satunya spesies harimau yang tersisa di Indonesia, terus terdesak oleh perburuan dan hilangnya hutan. Yanti terlibat langsung dalam pembiusan, pemeriksaan, hingga pemindahan ke tempat aman. Keberanian dan ketenangannya menjadi simbol dedikasi serta pengorbanan dalam upaya pelestarian satwa liar.
  • Foto tersebut bukan sekadar viral, melainkan pengingat bahwa perjuangan menjaga satwa langka masih berlangsung senyap, penuh risiko, dan setiap penyelamatan berarti menahan satu langkah dari kepunahan.

Jakarta-Sebuah foto sunyi di atas perahu kecil pernah menggetarkan media sosial. Di sana tampak seorang perempuan duduk tenang, berdampingan dengan seekor harimau yang terbaring lemah. Perempuan itu adalah Yanti Musabine, dokter hewan yang mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan satwa liar, terutama Harimau Sumatera.

Dengan pelampung di tubuh dan masker menutupi wajah, Yanti menemani sang harimau menyusuri sungai dalam proses evakuasi. Tak ada sorak, tak ada heroisme yang dipamerkan. Hanya keberanian yang diam dan kepedulian yang tulus. Foto itu bukan sekadar potret dramatis, melainkan simbol pengorbanan seorang perempuan yang rela mempertaruhkan keselamatan demi satu nyawa yang hampir punah.

Harimau Sumatera adalah satu-satunya harimau yang tersisa di Indonesia. Populasinya terus menurun, terdesak oleh perburuan dan hilangnya hutan. Banyak ditemukan dalam kondisi terluka, kelaparan, atau terjerat perangkap manusia.

Di titik itulah Yanti hadir. Ia terlibat langsung dalam pembiusan, pemeriksaan, hingga pemindahan harimau ke tempat aman. Medan berat dan jalur darat yang mustahil sering memaksa evakuasi dilakukan lewat sungai—seperti momen yang terekam dalam foto tersebut.

Berada satu perahu dengan predator puncak jelas bukan hal biasa. Meski terbius, risiko tetap nyata. Namun ketenangan Yanti mencerminkan pengalaman, keberanian, dan cinta besar pada alam.

Foto itu bukan sekadar viral. Ia adalah pengingat bahwa perjuangan menjaga satwa langka masih berlangsung—senyap, penuh risiko. Setiap penyelamatan berarti menahan satu langkah dari kepunahan.

Selama masih ada sosok seperti Yanti Musabine, harapan bagi Harimau Sumatera belum benar-benar padam.

Artikel Terkait

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau datang ke sini untuk apa…

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau tak sendiri AdakalanyaJiwa terasa reduplangkah…

InShot 20260402

Puisi-puisi Edy Sukardi

Jangan Ragu Perubahan itutak datang tiba-tibawalau…