TANJUNGPANDAN, BELITUNG – Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., menekankan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 harus berjalan bersih, transparan, berintegritas, dan jujur demi memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Orang tua tentu menginginkan sekolah terbaik untuk anak-anak mereka, dan itu hal yang alamiah. Karena SPMB selalu menjadi perhatian besar masyarakat, kita harus pastikan prosesnya akuntabel, transparan, dan bebas dari prasangka negatif,” ujarnya saat Launching Aplikasi SPMB Kabupaten Belitung, Senin (8/6).
Menurut Djoni, sistem seleksi pendidikan kini telah berkembang pesat dibandingkan masa lalu. Jika dahulu seleksi hanya mengacu pada nilai rapor, kini sistem dirancang untuk membuka kesempatan lebih luas dan berkeadilan.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat untuk menyongsong masa depan generasi Belitung yang lebih baik.
Bupati juga menekankan pentingnya mitigasi risiko anak putus sekolah, baik akibat kendala teknis pendaftaran maupun faktor ekonomi. “Prinsip utama SPMB adalah memastikan tidak ada anak Belitung yang berhenti sekolah karena benturan sistem atau keterbatasan ekonomi. Semua kelompok masyarakat memiliki hak dan kesempatan setara untuk menempuh pendidikan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Belitung, lanjutnya, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam tahapan SPMB 2026/2027. “SPMB ini adalah masa depan generasi muda Belitung. Kami ingin anak-anak Belitung menuntaskan pendidikan, tumbuh sukses, dan memiliki kesempatan lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya,” tutup Djoni.












