Bekasnya tak hilang
ESu
Pokoknya
sudah kumuntahkan
engkau suka atau tidak
tak ada urusan
Aku sudah plong
Ya
Bos
kau plong
lega
tetapi luapan marahmu
bikin aku luka
sakit hati
dan sesak dada
Dalam benturan
macam itu
ada perkataan yang
melukai hati
ads sikap yang mengecewakan
ada perlakukan yang
tidak adil
ada keadaan yang memaksa
antara bertahan,
melawan
mengalah atau menyerah
tidak semua hal
dilawan denga kemarahan
atau ditetima dengan diam
Salah paham
dibalas dengan permusuhan
kritik dibalas dengan
kebencian
Kalau itu sikapmu
Ah, lelah sekali hidup ini
Hidup bukan soal
menang kalah
tetapi soal keberterimaan
Ada harmoni
dalam perbedaan
Piring beradu dengan gelas
pasti ada bunyi
ada sedikit gompel
tak mengapa
tetapi tidak pecah
Sesudah amarah
tumpah
lalu ada rasa sesal
maka maaf kupinta
Ya
maaf bisa saja
kau pinta
dengan setulus jiwa
tapi hati yang terlanjur luka
tak ada obatnya
Aku jadi ingat
Dai kondang sejuta umat
Ia sering menutup
ceramahnya dengan kalimat
“Kalau pedang kuai tubuh
masih ada harapan sembuh
tetapi jika lisan lukai hati
ke mana obat hendak dicari”
Pisangan Tinur
17 Juni 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














