
BANGKA TENGAH — Penemuan butiran mineral berwarna kuning mengilap oleh warga Desa Melabun, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, mendadak jadi perbincangan hangat. Material yang diduga kuat sebagai emas tersebut ditemukan secara tidak sengaja di sejumlah titik lokasi aktivitas warga, memicu optimisme baru bagi sektor pertambangan di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Letak Strategis Desa Melabun
Secara geografis, Desa Melabun berada di ujung barat Kabupaten Bangka Tengah. Uniknya, posisi desa ini justru lebih dekat ke pusat ibu kota provinsi dibandingkan ke pusat pemerintahan kabupatennya sendiri.
- Jarak ke Pangkalpinang (Ibu Kota Provinsi): ±31 km (waktu tempuh sekitar 45 menit).
- Jarak ke Koba (Pusat Pemerintahan Bangka Tengah): ±60 km (waktu tempuh lebih dari 1 jam).
Akses yang dekat dengan Pangkalpinang membuat informasi temuan ini menyebar dengan sangat cepat dan langsung memantik perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Babel.
Respon Pemerintah dan Rencana Kajian Geologi
Merespons kabar tersebut, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Babel bergerak cepat dengan menyiapkan kajian geologi. Langkah ini krusial untuk memastikan keaslian kandungan, estimasi cadangan, serta nilai ekonomis dari material tersebut.
Kepala Bidang Kegeologian ESDM Babel, Dwi Putra Herman, menyambut positif kabar ini. Namun, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada penelitian ilmiah yang komprehensif.
”Kalau kita senang lah. Ternyata Babel ini mineralnya bukan itu-itu saja, ternyata ada komoditas emas. Tinggal bicara sumber dayanya. Kalau hanya sedikit mungkin itu emas nyasar,” ujar Dwi Putra Herman, Kamis (25/6/2026).
Peluang Diversifikasi: Dari Timah Menuju Emas?
Selama berabad-abad, Bangka Belitung telah mengukuhkan posisinya sebagai produsen timah terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, indikasi keberadaan emas di Melabun dinilai sebagai kejutan besar sekaligus peluang emas—secara harfiah—untuk diversifikasi komoditas tambang daerah.
Jika hasil kajian geologi nantinya menunjukkan volume cadangan yang signifikan, temuan ini diprediksi mampu:
- Menjadi tonggak baru bagi transformasi perekonomian daerah.
- Mengurangi ketergantungan Babel yang terlalu tinggi pada komoditas timah.
- Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
Tantangan ke Depan
Penemuan di Desa Melabun ini jelas menjadi momentum penting. Kendati demikian, kepastian nilai ekonominya masih harus menunggu hasil uji laboratorium. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan besar: mematangkan regulasi dan kesiapan lingkungan jika nantinya Babel benar-benar siap membuka babak baru sebagai daerah penghasil emas.












