MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG — Lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite memicu antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pangkalpinang, Bangka Belitung, sejak Selasa hingga Rabu (14–15 Juli 2026). Mengantisipasi kemacetan dan potensi penyalahgunaan, pihak kepolisian bergerak cepat dengan menerjunkan personel untuk mengawasi langsung empat SPBU utama di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga mengeluhkan waktu tunggu yang cukup lama, berkisar antara 20 menit hingga satu jam demi mendapatkan Pertalite. Akibatnya, antrean tidak hanya didominasi kendaraan pribadi, tetapi juga truk pengangkut barang yang berdampak pada terganggunya jadwal kerja para sopir.
Menyikapi situasi ini, jajaran Polsek Bukit Intan langsung menyiagakan personel di empat titik krusial, yakni SPBU Kampung Keramat, SPBU Citraland, SPBU Bacang, dan SPBU Jalan Koba guna mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.
Kapolsek Bukit Intan, AKP Epriansyah, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum jika menemukan adanya pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi.
”Apabila ditemukan adanya praktik penimbunan BBM, pelaku beserta barang bukti akan kami amankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar AKP Epriansyah tegas.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Indra Wijatmiko yang meninjau langsung kondisi di SPBU Gabek dan Pangkalbalam meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar.
”Intinya BBM kita aman, lancar dan terpenuhi semuanya,” kata Kombes Indra Wijatmiko memastikan kelancaran pasokan.
Pertamina: Stok Aman, Dipicu Isu Media Sosial
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan bahwa ketersediaan Pertalite untuk wilayah Bangka Belitung sebenarnya dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan data internal, konsumsi BBM subsidi tersebut memang mengalami peningkatan signifikan hingga menyentuh angka 101% dari target tahun berjalan.
Pihak Pertamina menjelaskan bahwa antrean panjang yang terjadi belakangan ini murni dipicu oleh lonjakan permintaan serentak setelah beredarnya isu kelangkaan di media sosial, yang kemudian memicu aksi panic buying di tengah masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina kini telah melakukan build up stock sebesar 11% dari rata-rata konsumsi harian.
Lima Kendaraan Tangki Modifikasi Diamankan
Di tengah pengetatan pengawasan, Polda Bangka Belitung berhasil menemukan indikasi kecurangan dalam penyaluran BBM bersubsidi. Petugas mengamankan lima unit kendaraan yang kedapatan menggunakan tangki modifikasi serta memanfaatkan barcode ganda guna membeli Pertalite melebihi kapasitas yang ditentukan.
Atas temuan tersebut, polisi langsung meminta pemilik kendaraan untuk membongkar tangki rakitan mereka. Pihak kepolisian juga segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk memblokir barcode subsidi yang disalahgunakan tersebut.
Hingga saat ini, kolaborasi antara kepolisian dan Pertamina terus ditingkatkan melalui pengawasan ketat dan sidak berkala di seluruh SPBU. Langkah ini diharapkan dapat menekan ruang gerak para spekulan dan oknum penimbun, sehingga distribusi BBM di Pangkalpinang bisa kembali berjalan normal.












