MEDIA DAULAT RAKYAT – Manggar, Belitung Timur dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh hebat dan pengusaha sukses. Namun di balik citra positif tersebut, muncul persoalan klasik yang hingga kini belum terpecahkan: keterbatasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Di ibu kota Kabupaten Belitung Timur, hanya terdapat satu SPBU resmi yang berlokasi di Desa Padang, Manggar. Kondisi ini membuat kebutuhan konsumen tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan. Akibatnya, muncul praktik “pengerit” atau penjual bensin eceran yang membeli BBM dari SPBU lalu menjual kembali kepada masyarakat dengan harga lebih tinggi.
Harga Pertalite yang seharusnya Rp10.000 per liter, dijual oleh pengerit hingga Rp13.000 per liter. Selisih harga ini menambah beban masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan pengguna kendaraan roda dua yang bergantung pada BBM bersubsidi.
Data Kependudukan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk Kecamatan Manggar mencapai 40.500 jiwa dengan kepadatan sekitar 177 jiwa/km². Angka ini menjadikan Manggar sebagai kecamatan dengan populasi terbesar di Kabupaten Belitung Timur, sehingga kebutuhan energi di wilayah ini sangat tinggi.
Jaya (39), warga Manggar:
“Ada lah sekitar setengah jam lebih saya mengantre di sini. Antreannya memang panjang sekali, tadi posisinya bahkan sudah sampai keluar dari area pom bensin.”
Jumhari, pengelola SPBU Desa Padang:
“Harga Pertamax naik signifikan, dari Rp12.600 jadi Rp16.650 per liter. Dampaknya jalur Pertalite diserbu pengendara sejak pagi hingga sore hari.”
Fezzi Uktolseja, Ketua DPRD Belitung Timur:
“Kalau memang ada masyarakat yang merasa keberatan, silakan disampaikan melalui pemerintah desa atau BPD. Nanti desa bisa menyampaikan kepada kami dan kami dapat memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan.”
Dampak Sosial-Ekonomi
- Beban ekonomi masyarakat meningkat karena harga eceran jauh di atas HET.
- Waktu produktif hilang akibat antrean panjang di SPBU.
- Risiko kelangkaan BBM terus membayangi jika distribusi tidak segera ditambah.
- Kebutuhan SPBU tambahan mendesak, mengingat Manggar adalah pusat kabupaten dengan populasi terbesar.
Manggar, dengan 40.500 penduduk, hanya memiliki satu SPBU resmi sehingga memicu antrean panjang dan maraknya “pengerit” yang menjual BBM di atas harga resmi. Kutipan warga dan pejabat menunjukkan keresahan masyarakat sekaligus dorongan agar pemerintah daerah dan Pertamina segera menambah fasilitas distribusi BBM di Belitung Timur.












