Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Kapal Nelayan KM Satriani Tenggelam di Perairan Bintan, 1 ABK Selamat 4 Masih Hilang
File 000000005c7c8207a4bcf3b2895ed451

Kapal Nelayan KM Satriani Tenggelam di Perairan Bintan, 1 ABK Selamat 4 Masih Hilang

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPINANG, 12 Agustus 2026* – Kapal motor nelayan KM Satriani atau dikenal juga KM Putra Buluh mengalami kecelakaan laut di perairan Pulau Peniki, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu dini hari 8 Agustus 2026. Dari 5 Anak Buah Kapal, hanya 1 orang ditemukan selamat, sementara 4 lainnya masih dalam pencarian Tim Basarnas.

Kronologi: Diduga Ditabrak Saat Beristirahat
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 – 02.00 WIB. Lokasi kejadian di perairan Pulau Peniki, juga disebut Pulau Pingikik.

Menurut keterangan awal, kapal nelayan tersebut diduga ditabrak kapal lain saat seluruh kru sedang beristirahat. Benturan keras menyebabkan badan kapal pecah dan langsung tenggelam.

“Saat kejadian lampu untuk memancing sudah dimatikan, hanya lampu navigasi yang menyala. Benturan terjadi mendadak sehingga kru tidak sempat menyelamatkan kapal dan langsung melompat ke laut,” ungkap salah satu sumber dari keluarga ABK.

Data Korban

  1. Selamat: Khairul alias Boci. Ia berhasil bertahan dengan mengapung menggunakan tutup peti fiber hingga akhirnya ditemukan dan diselamatkan nelayan lain di sekitar perairan Tambelan/Pontianak.
  2. Hilang:
    • Syamsir
    • Andi Syamsu
    • Agustono
    • Muhammad Irfan

Total ABK berjumlah 5 orang termasuk nakhoda.

Keluarga di Belitung Menanti Kabar
Suasana haru menyelimuti keluarga korban di Belitung. Istri Andi Syamsu, Badina, mengaku masih menunggu kepastian. Ia bahkan bercerita sempat bermimpi bertemu suaminya dua malam berturut-turut sebelum mendapat kabar tenggelamnya kapal.

Pihak keluarga bersama penampung hasil tangkapan, Wandi, saat ini terus berkoordinasi dengan Basarnas Tanjungpinang untuk memantau perkembangan operasi pencarian.

Operasi Pencarian Basarnas Masih Berlanjut
Tim Basarnas hingga Senin ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Fokus pencarian adalah 4 ABK yang belum ditemukan.

Fakta lain yang menjadi catatan, minimnya penerangan pada kapal nelayan saat malam hari diduga meningkatkan risiko tabrakan di jalur pelayaran.

Catatan Keselamatan
Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan bagi kapal nelayan. Beberapa poin yang perlu dievaluasi:

  1. Navigasi malam hari: Penggunaan lampu yang memadai untuk menghindari tabrakan
  2. Keselamatan ABK: Kewajiban penggunaan pelampung dan tersedianya alat komunikasi darurat
  3. Dukungan keluarga: Diperlukan pendampingan psikologis dan informasi resmi secara berkala kepada keluarga korban

Hingga berita ini diturunkan, Basarnas belum menemukan tanda-tanda keberadaan 4 ABK yang masih hilang.

Artikel Terkait

File 00000000465081faaaefebeedbb2e736

“Bangka Belitung Fun Walk” Digelar…

Media Daulat Rakyat Jakarta, Selasa 25…

InShot 20260825

14 Calon Lolos Wawancara Seleksi…

Media Daulat Rakyat Pangkalpinang, Senin 24…

InShot 20260825

Puisi Puisi Edy Sukardi

Aku Menunggu Muhammadku ESu YaMereka sedang…