MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, Selasa 23 September 2026 – Pemkab Belitung Timur bergerak cepat mengatasi kisruh antrean BBM subsidi. Bupati Belitung Timur resmi menetapkan aturan baru penyaluran BBM subsidi yang mulai berlaku pekan ini.
Aturan paling ketat menyasar pengecer Pertalite. Kini, pengecer dengan kendaraan roda dua wajib menggunakan kartu kendali yang diterbitkan kecamatan, dengan kuota maksimal 60 liter per hari. Jika ketahuan tidak menjual kembali di kios, kartu akan langsung dicabut.
Langkah ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi Pemkab Beltim bersama Forkopimda untuk mengurai antrean panjang yang meresahkan warga.
Rincian Aturan Baru BBM Subsidi Beltim
Bupati Beltim, Kamarudin Muten, menjelaskan detail aturan tersebut agar tidak terjadi lagi penyalahgunaan BBM subsidi.
1. Kendaraan Roda Empat: Wajib menggunakan barcode Pertamina. Maksimal pengisian 40 liter per hari dan tidak boleh melakukan pengisian berulang di SPBU yang sama.
2. Pengecer Roda Dua: Harus memakai kartu kendali dari kecamatan. Kuota 60 liter per hari, dan hanya berlaku di SPBU yang tercantum di dalam kartu. Pengecer dibagi menjadi 3 kelompok dengan jadwal pembelian berbeda untuk menghindari antrean.
3. Penjualan Kembali Wajib di Kios: Pengecer wajib menjual di kios masing-masing.
“Apabila ditemukan pengecer yang tidak melakukan penjualan, maka kartu kendalinya akan dicabut. Adapun maksimal penjualan dari pengecer ke konsumen untuk kendaraan sepeda motor yaitu 5 liter dan untuk mobil sebanyak 10 liter,” tegas Kamarudin.
Ia juga menambahkan, “Sedangkan, bagi pengecer dengan kendaraan roda dua, akan menggunakan sistem kartu kendali yang dikeluarkan oleh masing-masing kecamatan dengan maksimal pengisian sebanyak 60 liter per hari. Kartu kendali ini khusus untuk pengecer sesuai wilayah pembelian dan hanya berlaku di SPBU yang telah ditentukan dalam kartu.”
Pengawasan Ketat dan Evaluasi Mingguan
Bupati berharap dengan adanya kesepakatan ini, situasi penyaluran BBM bersubsidi bisa lebih kondusif.
“Saya berharap dengan adanya kesepakatan ini, situasi penyaluran BBM bersubsidi bisa lebih kondusif. Kami mohon kepada seluruh pihak untuk dapat turut mengawasi,” pungkasnya.
Pemkab Beltim menegaskan akan melakukan evaluasi setiap minggu. Masyarakat juga diminta ikut mengawasi agar BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi dimainkan oleh oknum pengecer nakal.












