Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Sosial dan Budaya
  • Kajari Belitung Terenyuh: Di Balik Bantuan Stunting, Terkuak Potret Kemiskinan di Tanjungpandan
Img 20250722 230008

Kajari Belitung Terenyuh: Di Balik Bantuan Stunting, Terkuak Potret Kemiskinan di Tanjungpandan

Img 20250722 230008

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat mengunjungi Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, pada Selasa (22/7/2025).

Bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Babel, Fazar Supriadi, ia hendak menyerahkan bantuan langsung kepada anak-anak penderita stunting. Namun setibanya di lokasi, pemandangan yang menyambut rombongan seketika memantik keprihatinan mendalam.

Salah satu rumah penerima bantuan berukuran sekitar 4×3 meter, berdinding triplek yang dilapisi terpal biru, dihuni sekeluarga dengan tiga anak kecil.

Tak hanya mengamati dari luar, Bagus pun masuk dan mencoba merasakan sempitnya ruang hidup keluarga tersebut.

Kunjungan berlanjut ke rumah kedua—sebuah rumah panggung berdinding papan bekas, ditempati satu keluarga dengan empat anak.

Sambil menyerahkan bantuan makanan, Bagus turut menyelipkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu dari dompet pribadinya.

“Gak bisa ngomong saya. Saat duduk di atas, saya baru sadar masih banyak warga saya yang hidup seperti ini,” ucapnya dengan nada pelan.

Menurutnya, rendahnya kondisi ekonomi dan minimnya perhatian sosial menjadi akar munculnya kasus stunting di Belitung.

Ia menyayangkan bahwa di tengah kekayaan sumber daya alam, seperti timah dan perkebunan sawit, kemiskinan masih begitu nyata—terlebih di Kecamatan Tanjungpandan yang tergolong wilayah perkotaan.

“Untuk sementara, ini jadi tanggungan kejaksaan dulu. Tapi saya akan panggil semua pengusaha dan perusahaan, menanyakan ke mana CSR selama ini,” tegasnya.

Bagus tak menutupi rasa bersalah. Selama sepuluh bulan menjabat Kajari, baru kali ini ia menyaksikan langsung kondisi warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem. Ia mengakui, penegakan hukum bukan satu-satunya peran institusinya.

“Nanti kami akan memetakan 681 data BKKBN dan melihat langsung kondisi lapangannya. Kami akan dukung lewat PAD karena dana itu harus kembali ke masyarakat,” tandasnya.

Artikel Terkait

Image

Festival Kute 2026: Tradisi, Musik,…

BELITUNG – Kelurahan Kota Kabupaten Belitung…

InShot 20260610

Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan…

JAKARTA – Pertamina Patra Niaga resmi…

InShot 20260610

Hari Kedua Pendaftaran Pilkades Belitung,…

Belitung – Antusiasme masyarakat mengikuti Pemilihan…