Media Daulat Rakyat

Img 20250729 214548

Penebok: Suara Lonceng dari Alam Lain

Img 20250729 214548

oleh:: Akhlanudin*)

Di balik birunya langit dan riak halus ombak Pantai Teropong, ada kisah yang jarang diucapkan lantang: legenda tentang Penebok, arwah tanpa kepala yang menghantui tanah Belitung Timur.

Konon, sosok Penebok berasal dari seorang noni Belanda bernama Elisabeth Van Dijk, pemilik tanah yang berada tepat di lereng Bukit Samak.

Pada tahun 1930, saat perusahaan tambang hendak membuka wilayah itu, Elisabeth menolak menjual tanahnya—sebuah sikap yang dianggap “melawan kemajuan” oleh pihak kolonial dan pemodal.

Ia ditemukan tewas mengenaskan: tanpa kepala, di bawah pohon ketapang tua yang kini dianggap keramat. Tubuhnya dikubur diam-diam, sementara kepalanya tak pernah ditemukan.

Sejak itu, masyarakat mulai mengalami gangguan. Penduduk mendengar suara lonceng dari arah hutan, walau tak ada seorang pun yang membunyikannya.

Bayangan perempuan bergaun putih melintas di bendungan Pice saat fajar. Dan anak-anak desa kerap mendapati pasir menggumpal seperti jejak kaki manusia—tanpa arah datang atau pergi.

Seorang dukun tua dari Buding mengungkap bahwa lonceng keramat miliknya, bel miring, bergetar tiap malam bulan mati.

Ia percaya roh Elisabeth belum tenang, dan hanya lonceng itulah yang bisa meredam panggilan arwah.

Film The Bell: Panggilan untuk Mati menggambarkan kisah ini dengan sudut pandang generasi muda—Arimbi, seorang jurnalis investigasi yang kembali ke tanah kelahiran untuk mengurai teka-teki kematian ibunya yang dianggap “kutukan Penebok.”

Bersama dua sahabatnya, ia menyelami arsip kolonial, wawancara dukun adat, dan menggali mitos lokal yang lama dikubur pemerintah.

Film ini bukan sekadar horor. Ia menjadi jendela kebudayaan Belitung: dari tradisi peran puake adat dalam menyucikan tanah, hingga kritik terhadap eksploitasi alam oleh korporasi luar.

Penebok dalam cerita bukan semata hantu, tapi metafora bagi tanah yang menangis, sejarah yang dilupakan, dan suara yang terus menggema lewat lonceng mistis.

*) Akhlanudin Ketua Dewan Kesenian Belitung 2014 – 2018

Artikel Terkait

InShot 20260824

BPS Buka Layanan Cek Desil…

Media Daulat Rakyat Jakarta, 24 Agustus…

InShot 20260824

Yahya SE, Kades Perawas Belitung:…

Media Daulat Rakyat Belitung, 24 Agustus…