
Jakarta 30 Agustus 2025. Kunjungan Presiden Prabowo ke rumah duka Affan Kurniawan bukan sekadar gestur simbolik, melainkan cerminan bahwa negara hadir di tengah luka rakyat.
Dalam sorotan kamera dan pelukan hangat kepada keluarga korban, tersirat pesan bahwa nyawa rakyat bukan angka statistik, melainkan jiwa yang harus dijaga dengan sepenuh tanggung jawab.
Affan bukan tokoh besar. Ia adalah pengemudi ojek online, tulang punggung keluarga, anak muda yang menabung demi membelikan rumah untuk ibunya
Ketika tragedi menimpanya dalam kericuhan demonstrasi di DPR RI, publik menuntut keadilan, bukan hanya belasungkawa. Dan Prabowo, dengan langkah kaki yang tenang dan sorot mata yang sendu, menjawab panggilan itu.
Namun empati tak cukup. Negara harus menjamin bahwa insiden seperti ini tak terulang. Transparansi investigasi, penegakan hukum terhadap pelaku, dan reformasi prosedur pengamanan aksi massa adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah
Bantuan rumah untuk keluarga Affan adalah awal, bukan akhir
Di tengah riuh politik dan demonstrasi, momen ini mengingatkan kita: kekuasaan sejati bukan pada kendaraan taktis, melainkan pada keberanian untuk mengakui kesalahan dan memulihkan kepercayaan rakyat.












