
Jakarta –Sekelompok warga dilaporkan mengepung rumah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, di Jalan Swasembada Timur XXII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8). Berdasarkan sejumlah video yang beredar, aksi massa tak hanya berujung pada penjarahan, tetapi juga perusakan kendaraan dan properti rumah.
Salah satu sasaran amukan warga adalah mobil listrik Lexus RZ berwarna hitam yang terparkir di garasi depan. Kendaraan mewah tersebut tampak rusak parah—dipukul, diinjak, ditendang, dan dihantam dengan benda keras.
Bahkan, meski alarm mobil berbunyi, warga tetap melanjutkan aksi perusakan. Kerusakan paling parah terlihat di bagian belakang dan samping kendaraan.
Menurut pengamatan mobil tersebut merupakan Lexus RZ 450e Luxury, varian tunggal yang dipasarkan di Indonesia sejak dua tahun lalu.
Mobil ini dibanderol sekitar Rp 2,2 miliar saat peluncuran, sudah termasuk AC Wall Charger dan Portable Charger. Berbeda dari UX 300e yang masih berbasis mobil konvensional, RZ menggunakan platform khusus kendaraan listrik yang sama dengan Toyota bZ4X.
Tak hanya kendaraan, rumah tujuh lantai milik Sahroni juga diacak-acak. Warga merusak bagian dalam rumah dan menjarah barang-barang, termasuk perabotan dan koleksi pribadi.
Beberapa individu tampak berusaha membubarkan massa, namun kerusuhan tetap berlangsung.
Lurah Kebon Bawang, Suratno Widodo, membenarkan insiden tersebut. “Saya di lokasi, benar (warga geruduk rumah Sahroni). Ini saya lagi crowded,” ujarnya saat dikutip detikNews.
Aksi ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi nasional yang dipicu oleh pernyataan kontroversial Sahroni terkait tunjangan DPR RI. Dalam sebuah wawancara, Sahroni menyatakan dukungannya terhadap evaluasi total tunjangan anggota DPR.
“Saya dukung evaluasi tunjangan yang diterima anggota DPR RI, setuju evaluasi secara total,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh gaji dan tunjangan yang diterimanya selama ini telah disalurkan kembali kepada masyarakat.
“Untuk saya semua gaji dan tunjangan dari dulu selalu saya berikan kembali ke masyarakat, itu wajib,” tegas Sahroni.












