Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Jembatan Aik Ruak Belitung Timur Belum Pernah Direhabilitasi Sejak Era Sumatera Selatan, Kini Ambruk
Img 20250919 085054

Jembatan Aik Ruak Belitung Timur Belum Pernah Direhabilitasi Sejak Era Sumatera Selatan, Kini Ambruk

Img 20250919 085054

Belitung Timur, 19 September 2025 — Jembatan Aik Ruak yang terletak di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Belitung Timur, akhirnya ambruk pada Rabu (17/9) sore setelah puluhan tahun berdiri tanpa perbaikan struktural.

Jembatan ini dibangun sejak wilayah Belitung masih tergabung dalam Provinsi Sumatera Selatan, dan belum pernah mengalami rehabilitasi menyeluruh hingga kini.

Peristiwa ambruknya jembatan ini memutus akses vital antara Manggar dan Tanjungpandan, serta mengganggu distribusi logistik dan mobilitas warga.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait bergerak cepat membangun jembatan darurat berupa ramp door sepanjang 10 meter yang hanya mampu menahan beban maksimal 3 ton

“Alhamdulillah hari ini ramp door sudah terpasang. Mulai sore masyarakat sudah bisa melintas dengan tetap memperhatikan batas tonase kendaraan,” ujar Kepala BPBD Belitung Timur, Robby Yanuar

Kondisi jembatan yang roboh semakin memprihatinkan, dengan pondasi yang tergerus air sungai hingga lebih dari 12 meter.

Camat Simpang Renggiang, Adi Yusman, menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Perhubungan untuk solusi darurat.

“Kami langsung berkomunikasi dengan dinas terkait dan instansi lainnya agar akses masyarakat tidak terlalu lama terputus,” kata Adi

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung, Susan Novelia, mengungkapkan bahwa jembatan bailey sepanjang 30 meter akan segera dipasang sebagai solusi jangka pendek. Jembatan permanen baru telah diusulkan ke Kementerian PUPR dan ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026

“Kami berharap masyarakat bisa terbantu dengan akses sementara ini. Walaupun tidak sekuat jembatan permanen, paling tidak jalur mobilitas tetap ada sehingga tidak mengganggu aktivitas,” ujar Susan

Jembatan Aik Ruak bukan hanya penghubung fisik, tetapi juga bagian dari sejarah infrastruktur Belitung Timur. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan jangka panjang dan perencanaan infrastruktur yang berkelanjutan, terutama di wilayah yang memiliki nilai strategis dan historis.

Artikel Terkait

InShot 20260531

Warga Keluhkan Layanan DAMRI yang…

Belitung – Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan…

InShot 20260531

Puisi-puisi Edy Sukardi

Doktrin Ketauhidan ESu Diperhitungkandiseganiditakutilalu dihormatidan dimuliakanitu…

InShot 20260530

M. Furqoen Nul Hakim (SMAN…

Pangkalpinang – Seleksi Calon Pasukan Pengibar…