Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Mendikdasmen: Bahasa Indonesia Resmi Jadi Progdi di Al-Azhar Mesir
Img 20251123 094527

Mendikdasmen: Bahasa Indonesia Resmi Jadi Progdi di Al-Azhar Mesir

Intisari Berita

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengumumkan Bahasa Indonesia resmi jadi progdi S1 di Universitas Al-Azhar Mesir, dengan 350 mahasiswa Mesir mendaftar. Ini menjadi tonggak untuk penguatan bahasa nasional, yang saat ini diajarkan di 57 negara. Indonesia memiliki cita-cita agar Bahasa Indonesia jadi bahasa resmi PBB pada 2045.
  • Dalam pidatonya, dia juga menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya materi, tetapi juga spiritualitas, dan pendidikan harus melahirkan generasi yang kompeten dan berakhlak.

KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, mengumumkan kabar menggembirakan bahwa Bahasa Indonesia untuk pertama kalinya resmi dibuka sebagai program studi (progdi) sarjana (S1) di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Pertama kali program studi Bahasa Indonesia dibuka di Al-Azhar, langsung ada 350 mahasiswa warga negara Mesir yang mendaftar dan mengambil jurusan tersebut,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Crystal Building UMKU, Sabtu.

Menurut dia, pembukaan progdi Bahasa Indonesia di salah satu universitas Islam tertua dan paling bergengsi di dunia itu menjadi tonggak sejarah baru bagi penguatan posisi bahasa nasional di kancah global.

Saat ini, sudah terdapat 57 negara di seluruh dunia yang menyelenggarakan program pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing, baik dalam bentuk kursus maupun progdi formal di perguruan tinggi.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari perjuangan bersama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan pemerintah untuk terus mengangkat martabat Bahasa Indonesia.

“Kita memiliki cita-cita besar di tahun 2045, saat Indonesia genap 100 tahun merdeka, yaitu memperjuangkan agar Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sejajar dengan bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, Arab, dan Mandarin,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan slogan perjuangan kedaulatan bahasa Indonesia, “Bangga lahir dan mati dengan Bahasa Indonesia”.

Selain itu, dalam pidatonya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak cukup diukur dari kecukupan materi saja, namun juga kesehatan spiritual masyarakatnya.

Banyak negara maju di Barat yang mengalami kehampaan spiritual, meski secara material termasuk negara dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

“Banyak survei menunjukkan bahwa negara-negara yang dikenal sebagai welfare state memiliki masyarakat yang belum tentu bahagia,” ungkapnya.

Dia mencontohkan Jepang sebagai negara maju dan modern, tetapi tetap menghadapi persoalan sosial dan ketidakpuasan hidup di masyarakat. Kini banyak lembaga internasional mulai memikirkan kesejahteraan manusia yang lebih utuh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dimensi sosial dan spiritual.

“Orang yang memiliki pegangan agama cenderung menjalani hidup lebih bahagia dibandingkan mereka yang tidak memiliki landasan spiritual,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga melihat tren meningkatnya kesadaran spiritual di berbagai negara, termasuk kawasan yang sebelumnya dikenal antiagama. Jumlah penduduk dunia yang menganut ateisme dan agnostik kini terus menurun, menandakan perubahan pandangan global mengenai nilai keagamaan.

Karena itu, dia menegaskan bahwa pendidikan Indonesia harus mampu melahirkan generasi yang lebih unggul dan baik, tidak hanya kompeten dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai moral, etika, dan spiritual, termasuk ajaran Al-Quran.

Artikel Terkait

InShot 20260418

Bandara Hanandjoeddin Siap Sambut Scoot

Intisari Berita Tanjung pandan Belitung -Bandara…

InShot 20260418

Dishub Belitung Siapkan Tiga Kantong…

Intisari Berita Tanjung pandan Belitung –…

InShot 20260418

Puisi Puisi Edy Sukardi

Tiga Mutiara ESu Tak perlu kau…