Ada dan Terasa
ESu
Ia selalu hadir
tidak terlalu menonjol
tidak ingin ke depan
tapi kehadirannya terasa
Ia ada
dan menghangatkan
sesekali ada juga
canda tawanya
Ada ada saja gagasannya
yang tak terpikir olehku
Ia melihat
Ia meniru
tetapi rasanya kok
seperti baru
Ia banyak membaca
kalau ia bercerita
rasanya baru kali ini
Aku mendengarnya
walau itu cerita lama
Aku sudah tau alurnya
tapi dari bibirnya
seakan cetita itu belum
ku dengar
dan belum kubaca
Masuk menggenapkan
keluar mengganjilkan
kehadirannya dinantikan
kalau jauh dirindukan
Jangan seperti
mentimun bungkuk
kehadirannya memberatkan
timbangan
tapi tak ada harga
tak diperhitungkan
Kadang ia seperti
jam dinding
terus berdetak di keheningan
tak ada yang meoleh
detaknya tak pernah
berhenti
“Wah sudah larut sekali
pukul dua dinihari”
Kadang ia seperti
jantung di dalam dada
berdetak
kadan berdegup kencang
kadang normal
Tak terlihat
Tak teraba
tapi ada dan terasa
Pisangan Timur
5 Mei 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














