Belitung – Desa Perawas di Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak 26 Mei 1851. Awalnya, desa ini dikenal dengan nama Trawas, sebuah kampung kecil yang hanya terdiri dari tiga rumah. Catatan kolonial Belanda tahun 1864 dan 1875, serta dokumen resmi Republik Indonesia tahun 1953, memperkuat keberadaan desa ini sebagai salah satu komunitas tertua di Belitung.
Hari jadi Desa Perawas ditetapkan melalui musyawarah adat, rembug masyarakat, dan kajian literatur sejarah. Tokoh adat, budayawan Belitung, serta komunitas pelestarian sejarah KPSB Peta Belitong turut terlibat dalam perumusan tanggal bersejarah tersebut. Sejak saat itu, setiap tahun masyarakat memperingati hari jadi desa sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sejarah lokal.
.Ringkasan Fakta Penting
| Tahun | Peristiwa Utama |
|---|---|
| 1851 | Berdiri sebagai kampung Trawas (3 rumah awal) |
| 1864–1875 | Dicatat dalam arsip kolonial Belanda |
| 1953 | Diperkuat dalam dokumen resmi RI |
| 2024 | Tim perumus Hari Jadi dibentuk |
| 2025 | Perayaan Hari Jadi ke-174 |
Kini, Desa Perawas dihuni sekitar 3.675 jiwa (data Juli 2014) dan terus berkembang sebagai pusat masyarakat dengan identitas kuat. Sejarah panjang dari kampung kecil hingga menjadi desa berdaya menunjukkan semangat gotong royong dan keteguhan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus membangun masa depan.












