
Jakarta – Qatar Tumbang di Panggung Dunia
Setelah meraih kejayaan dengan dua trofi Piala Asia berturut-turut (2019 & 2023), Qatar harus menerima kenyataan pahit di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Tintín Márquez gagal menunjukkan performa konsisten, hanya mengoleksi satu poin dari tiga laga. Hasil ini menempatkan mereka sebagai juru kunci Grup B dan memastikan langkah mereka terhenti di fase grup.
Peta Kekuatan Grup B
- Swiss tampil solid dengan disiplin pertahanan dan efektivitas serangan, mengamankan tiket ke babak 16 besar.
- Kanada menjadi kejutan dengan permainan cepat dan penuh determinasi, berhasil menempati posisi kedua.
- Bosnia & Herzegovina masih menunggu kepastian lewat klasemen peringkat ketiga terbaik, membuka peluang tipis untuk lolos.
- Qatar harus pulang lebih awal, menandai kontras tajam antara dominasi regional dan keterpurukan global.
Kegagalan ini menegaskan jurang kualitas antara kompetisi Asia dan panggung dunia. Qatar yang digadang sebagai “Raja Asia” justru babak belur menghadapi lawan dengan intensitas lebih tinggi. Evaluasi besar kemungkinan akan dilakukan, baik dari segi strategi maupun regenerasi pemain.
Piala Dunia 2026 menjadi pengingat keras bahwa kejayaan kontinental tidak otomatis menjamin keberhasilan di level global. Qatar kini harus kembali membangun fondasi baru jika ingin bersaing di kancah internasional.












