Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • ​Dua Hari Sebelum Peluncuran Biografi, Guru Inspiratif ‘Laskar Pelangi’ Bu Mus Wafat
InShot 20260628

​Dua Hari Sebelum Peluncuran Biografi, Guru Inspiratif ‘Laskar Pelangi’ Bu Mus Wafat

Belitung Timur – Dunia pendidikan Indonesia berduka. Muslimah Hafsari binti A. Kadir, atau yang akrab disapa Bu Mus, sosok guru inspiratif di balik kisah legendaris Laskar Pelangi, tutup usia pada umur 74 tahun. Bu Mus mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Muhammad Zein pada Sabtu (27/6/2026) setelah menjalani perawatan intensif selama tiga minggu akibat penyakit tumor.

​Kepergian Bu Mus menyisakan kesedihan mendalam, terlebih karena ia wafat hanya dua hari sebelum peluncuran resmi buku biografinya, A Story of Bu Muslimah, yang dijadwalkan pada Senin (29/6/2026). Buku tersebut dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi luar biasanya.

Kehadiran Bupati Beltim dan Cerita ‘Takdir’ di Rumah Duka

​Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten (Afa), hadir langsung melayat ke rumah duka yang berlokasi di Desa Gantung, Kecamatan Gantung. Ia tiba tepat waktu saat prosesi pelepasan jenazah akan berlangsung.

​Kepada media, Afa menceritakan bahwa kehadirannya hari itu penuh dengan kebetulan yang ia sebut sebagai ketetapan Tuhan. Perjalanan pulangnya dari Jakarta sempat terkendala karena tiket maskapai utama habis, sehingga ia harus beralih ke maskapai Sriwijaya Air yang untungnya berangkat tepat waktu.

​”Seperti sudah ada janji dari Yang Maha Kuasa agar saya bisa hadir di sini tepat waktu untuk melepas beliau,” ungkap Afa dengan penuh haru.

Kehilangan Besar bagi Dunia Pendidikan

​Bupati Afa menilai Bu Mus sebagai figur pendidik yang tiada banding, yang telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya demi memajukan pendidikan di Belitung Timur. Ia pun mengaku sangat terpukul karena penghargaan berupa buku biografi tersebut belum sempat diserahkan secara langsung semasa hidup Bu Mus.

​Masyarakat Belitung Timur kehilangan salah satu aset moral terbesar mereka. Nama Bu Mus mencuat secara nasional berkat novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, yang menggambarkan perjuangan kerasnya mengajar di sekolah Muhammadiyah yang serba keterbatasan. Warisan semangat dan dedikasinya dipastikan akan tetap hidup dan terus menginspirasi generasi pendidik di seluruh Indonesia.

Artikel Terkait

InShot 20260716

DPRD Babel Desak PT Timah…

MEDIA DAULAT RAKYAT Bangka Belitung –…

IMG 20260716

Puisi Puisi Edy Sukardi

Pintu yang selalu terbuka Bagi siapa…