
MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG- Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke-188 sebagai langkah nyata menghargai jasa pendahulu sekaligus memperkuat tekad membangun daerah menjadi kota global berbasis keunggulan maritim dan budaya.
Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Paripurna XIX Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Belitung yang digelar khusus memperingati hari jadi kota, Rabu (1/7/2026).
Mengenang Jejak Pendiri Kota
Dalam awal pidatonya, Djoni mengajak seluruh hadirin mengenang jasa Almarhum K.A. Rahad serta para pendiri, pejuang, dan tokoh yang telah meletakkan fondasi Tanjungpandan sejak hampir dua abad lalu.
“Mereka membangun kota ini bukan dengan kemudahan, melainkan dengan keberanian, persatuan, kerja keras, dan pengorbanan. Tugas kita hari ini bukan lagi memulai dari titik nol, tetapi memastikan warisan yang kita tinggalkan jauh lebih baik daripada warisan yang kita terima,” ujar Djoni.
Kemajuan di Tengah Tantangan
Ia mengakui setahun terakhir pembangunan dihadapkan pada hambatan, mulai dari keterbatasan anggaran daerah hingga gejolak ekonomi dunia. Namun berkat kerja sama seluruh pihak, capaian positif mulai terlihat:
- Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,06 persen
- Pendapatan per kapita warga sekitar Rp82,47 juta per tahun
- Angka kemiskinan menurun, kesempatan kerja terbuka luas, ketimpangan berkurang, inflasi terkendali, dan Indeks Pembangunan Manusia terus naik
Pencapaian lain yang dibanggakan adalah penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama enam kali berturut-turut. Djoni menegaskan keberhasilan ini milik seluruh masyarakat Belitung, bukan sekadar pemerintah atau dewan perwakilan.
Gerbang Menuju Dunia
Salah satu tonggak penting tahun ini adalah kembalinya penerbangan internasional Scoot rute Singapura–Tanjungpandan per 3 Mei 2026.
“Ini simbol nyata Belitung kembali terhubung langsung dengan dunia. Hasil ini lahir dari kerja sama erat pemerintah pusat, provinsi, Changi Airport Group, maskapai, pelaku wisata, dan semua pemangku kepentingan,” tegasnya.
Konektivitas ini menjadi pijakan utama mewujudkan visi Belitung sebagai kota global yang tetap memegang teguh identitas budaya dan potensi laut yang dimilikinya.












