MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG — Warga Desa Suak Gual, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, digemparkan oleh penemuan sebuah kapal cepat (speedboat) misterius berukuran besar pada Jumat (10/7/2026) pagi. Kapal berwarna biru gelap yang dilengkapi dengan 7 unit mesin tersebut ditemukan terdampar di area hutan bakau dalam kondisi kosong tanpa awak kapal maupun muatan.
Kronologi Penemuan oleh Nelayan
Penemuan kapal cepat ini bermula ketika seorang nelayan setempat hendak memeriksa perangkap ikan (siro) miliknya di sekitar perairan Desa Suak Gual. Namun, pandangannya justru tertuju pada sebuah objek besar berwarna gelap yang menyelinap di antara rimbunnya pohon bakau.
Menyadari ada yang tidak beres, nelayan tersebut mendekat dan mendapati sebuah speedboat raksasa yang kandas. Penemuan mengejutkan ini langsung dilaporkan kepada warga sekitar, yang kemudian diteruskan ke pihak Koramil dan Polsek Selat Nasik untuk ditindaklanjuti.
Lokasi terdamparnya kapal ini berada di kawasan yang dikenal warga sebagai pangkalan Rasid, berjarak sekitar ratusan meter dari dermaga atau pelabuhan nelayan setempat.
Kondisi Kapal: Hanya Tersisa Bungkus Kopi dan Snack
Saat dilakukan pemeriksaan awal oleh warga dan aparat, speedboat tersebut dipastikan dalam kondisi kosong. Tidak ada tanda-tanda keberadaan awak kapal (ABK) maupun dokumen resmi pelayaran.
Petugas hanya menemukan beberapa bungkusan kosong bekas makanan ringan (snack) dan kopi di dalam lambung kapal. Kejanggalan lain terlihat dari komponen kapal yang mulai pretel, di mana bagian aki (accu) kapal diketahui sudah hilang atau tidak ada di tempatnya.
Kepala Desa Suak Gual, Hairudin, membenarkan adanya laporan penemuan armada laut misterius tersebut.
“Iya ada speedboat besar tadi ditemukan nelayan di bakau-bakau. Orang kampung bilangnya dekat pangkalan Rasid, jaraknya ratusan meter dari pelabuhan nelayan,” ujar Hairudin saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).
“Speedboat tersebut dalam kondisi kosong tanpa muatan apa pun. Hanya ditemukan bungkusan kosong snack dan kopi. Bahkan bagian akinya juga sudah tidak ada,” tambahnya.
Kemiripan dengan Kasus “Kapal Hantu” 2021
Muncul spekulasi di tengah masyarakat bahwa kapal tersebut sengaja ditinggalkan atau hanyut dari perairan luar setelah digunakan untuk aktivitas ilegal di tengah laut. Terlebih, lokasi penemuannya sangat terisolasi dan jauh dari jangkauan aktivitas rutin nelayan tradisional Belitung.
Secara visual, spesifikasi kapal cepat bermesin jamak ini mengingatkan publik pada kasus “kapal hantu” yang sempat menghebohkan dan diamankan oleh Polda Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2021 silam. Kapal jenis ini biasanya kerap digunakan dalam aksi penyelundupan karena memiliki kecepatan tinggi di atas rata-rata kapal patroli standar.
Kasus penemuan kapal tanpa awak seperti ini menambah panjang daftar misteri maritim di wilayah pesisir Indonesia, setelah sebelumnya kasus serupa juga pernah dilaporkan terjadi di wilayah perairan Aceh dan Sumatera.
Dievakuasi ke Tanjungpandan
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta mempermudah proses penyelidikan, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan tegas. Setelah selesai diperiksa di lokasi kejadian, kapal cepat bermesin 7 tersebut langsung dievakuasi dan ditarik menuju Tanjungpandan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pemilik asli kapal, rute pelayaran terakhir, serta motif di balik ditinggalkannya kapal cepat mewah tersebut di hutan bakau Selat Nasik.












