MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung terus bergerak cepat mengatasi keluhan masyarakat dan wisatawan terkait tingginya harga tiket pesawat menuju Pulau Belitung. Untuk menekan biaya perjalanan yang melambung tinggi tersebut, Pemkab Belitung kini gencar mendorong pembukaan rute baru dan masuknya maskapai tambahan demi menciptakan harga tiket yang lebih kompetitif.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menegaskan bahwa peningkatan konektivitas udara saat ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Lonjakan harga tiket ini terasa sangat membebani, terutama pada momentum libur sekolah dan rentetan agenda wisata yang berlangsung sepanjang Juni 2026.
“Kami terus mendorong penambahan kapasitas kursi, peningkatan frekuensi penerbangan, pembukaan rute baru, serta masuknya maskapai baru ke Belitung,” ujar Bupati Djoni Alamsyah Hidayat saat memberikan keterangan resmi.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab Belitung aktif membangun koordinasi lintas sektoral. Langkah diplomasi dan komunikasi intensif terus dijalin bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, pengelola Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Angkasa Pura, serta berbagai manajemen maskapai penerbangan.
Pemicu Lonjakan Harga dan Dampak Ekonomi
Tingginya harga tiket pesawat ke Belitung dipicu oleh beberapa faktor klasik yang saling berkaitan. Selain karena biaya operasional maskapai yang memang tinggi, keterbatasan kapasitas kursi berbanding terbalik dengan melonjaknya permintaan (demand) saat musim liburan. Akibatnya, tingkat keterisian (okupansi) pesawat selalu menyentuh angka maksimal, yang secara otomatis mendongkrak harga tiket ke batas tertinggi.
Kondisi ini mulai membawa dampak serius bagi stabilitas sosial dan ekonomi di Belitung:
- Sektor Pariwisata Terhambat: Meski minat wisatawan untuk berkunjung ke Belitung sangat tinggi, banyak yang terpaksa menunda atau membatalkan perjalanan akibat ongkos transportasi yang tidak ramah kantong.
- Mobilitas Warga Terganggu: Masyarakat lokal yang harus bepergian keluar pulau untuk urusan medis, pendidikan, maupun bisnis merasa sangat terbebani oleh tingginya biaya perjalanan.
Melihat urgensi ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung bahkan ikut mendesak pemerintah agar segera menghadirkan solusi alternatif, salah satunya dengan mengkaji pengadaan kapal cepat rute Belitung–Jakarta dengan tarif yang lebih terjangkau.
Upaya Konkret dan Solusi Alternatif
Meski menghadapi tantangan berat, beberapa langkah taktis sebenarnya telah berjalan. Pada tanggal 18–24 Juni 2026 lalu, maskapai Citilink dan Super Air Jet sempat mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight). Hasilnya, penerbangan tersebut mencatat angka okupansi yang sangat tinggi, membuktikan bahwa pasar Belitung sebenarnya sangat potensial.
Di sisi lain, masyarakat kini mulai beralih ke transportasi laut sebagai alternatif rasional. Pemkab Belitung mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah penumpang yang menggunakan jasa kapal PELNI dan kapal Ro-Ro.
Strategi Penanganan Pemkab Belitung
| Masalah Utama | Solusi Tambahan yang Didorong |
|---|---|
| Harga tiket mahal | Mendorong penambahan kapasitas kursi & masuknya maskapai baru. |
| Lonjakan permintaan liburan | Pengadaan extra flight (seperti Citilink & Super Air Jet). |
| Keterbatasan akses udara | Optimalisasi transportasi laut alternatif (PELNI & Ro-Ro). |
| Ancaman lesunya pariwisata | Koordinasi intensif dengan Kemenhub dan Kemenpar. |
Sebagai fasilitator, Pemkab Belitung menyadari bahwa mereka tidak memiliki wewenang regulasi untuk mengatur atau mengintervensi tarif batas atas penerbangan secara langsung. Namun, Pemkab berkomitmen penuh untuk terus menjembatani komunikasi antara pemerintah pusat, operator bandara, dan pihak maskapai. Perjuangan ini dilakukan demi memastikan akses transportasi ke Belitung kembali terjangkau, sekaligus menjaga urat nadi perekonomian dan pariwisata daerah tetap berdenyut kencang.












