Media Daulat Rakyat

IMG 20260714

Goresan Puisi Epik KDB

File 00000000e4cc7208b0cb1082ff91855a

BISMILLAH DI PASAR LIPAT KAJANG

Di Pasar Lipat Kajang, Manggar, Belitung Timur,
pagi datang lebih dulu dari pembeli.
Tenda dibuka.
Sayur ditata.
Bumbu diulek harapan.

Tapi yang datang cuma angin
dan cemas yang duduk dari jam 6.

Galih, pedagang bumbu dan sayur,
berbisik tiap kali menggelar dagangan:
“Bismillah…”
Bukan karena semangat.
Tapi karena takut.
Takut dari pagi sampai siang
pasar tetap sepi.

Dulu keranjang penuh dalam sejam.
Sekarang keranjang penuh sampai sore.
Dulu uang kembali berputar.
Sekarang uang mampir di buku bon.
“Bang, catat dulu ya. Gajian baru bayar.”
Perputaran modal macet.
Seperti jalan di depan pasar
yang lama tak diaspal.

Daya beli masyarakat menurun.
Orang belanja secukupnya.
Cabai 2 ribu.
Bawang 1 siung.
Tempe setengah.
Lauk dipotong.
Harapan juga ikut dipotong.

Omzet terus menurun.
Tapi sewa lapak tetap naik.
Harga barang tetap naik.
Yang turun hanya senyum pedagang
dan jumlah orang yang lewat.

Galih menatap jalan.
Berharap ada motor berhenti.
Berharap ada ibu-ibu nanya harga.
Berharap ekonomi segera membaik.
Agar Pasar Lipat Kajang kembali ramai.
Agar bismillah yang diucap pagi
berubah jadi alhamdulillah di malam.

Tapi hari ini…
Ia masih menunggu.
Di antara timbangan dan tumpukan cabai,
menjual dengan doa
karena pembeli sedang menahan lapar.

Jakarta 14 Juli 3026

Akhlanudin

Artikel Terkait

InShot 20260716

DPRD Babel Desak PT Timah…

MEDIA DAULAT RAKYAT Bangka Belitung –…

IMG 20260716

Puisi Puisi Edy Sukardi

Pintu yang selalu terbuka Bagi siapa…