Media Daulat Rakyat

IMG 20260715

Goresan Puisi Epik KDB

File 00000000ad2c71fbad8bfe15777e08bd

MONCONG SENJATA & BUKU YANG DIBUNGKAM

Apa guna punya ilmu
kalau hanya untuk mengibuli?
Apa guna gelar setinggi langit
kalau dipinjam untuk menandatangani perampasan?

Apa gunanya banyak baca buku
kalau mulut kau bungkam melulu?
Rak penuh filsafat.
Kepala penuh dalil.
Tapi lidah kelu
saat di depan moncong senjata.

Di mana-mana moncong senjata
berdiri gagah.
Bukan menjaga.
Bukan mengayomi.
Ia mengawal.

Kongkalikong
dengan kaum cukong.
Rapat di hotel ber-AC.
Tanda tangan di atas meja marmer.
Sementara di luar,
debu dan janji berterbangan.

Di desa-desa
rakyat dipaksa
menjual tanah.
Tanah warisan nenek moyang.
Tanah tempat kuburan ibu.
Tanah tempat anak belajar jalan.

“Tanda tangan di sini, Pak.”
“Ini demi pembangunan.”
“Ganti ruginya… ya segini.”
Tapi, tapi, tapi, tapi…
dengan harga murah.
Murah seperti harga diam.
Murah seperti harga keadilan.

Apa guna banyak baca buku
kalau kau hafal semua pasal
tapi lupa pasal kemanusiaan?
Apa guna pintar bicara
kalau yang kau bela cuma yang bayar?

Ilmu tanpa keberanian
adalah pisau tumpul.
Buku tanpa suara
adalah kertas kosong.

Maka wahai yang terpelajar,
jangan hanya baca.
Bicara.
Jangan hanya catat.
Lawan.
Sebelum desa habis terjual,
sebelum moncong senjata
menjadi satu-satunya guru
di negeri ini.

Jakarta 15 Juli 2026

Akhlanudin

Artikel Terkait

InShot 20260716

DPRD Babel Desak PT Timah…

MEDIA DAULAT RAKYAT Bangka Belitung –…

IMG 20260716

Puisi Puisi Edy Sukardi

Pintu yang selalu terbuka Bagi siapa…