MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 26 Juli 2026* — Oknum polisi pengemudi Toyota Alphard yang viral usai cekcok dengan satpam di Bundaran HI akhirnya bersujud di hadapan korban. Aksi itu terjadi saat proses mediasi di Mapolsek Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026) malam.
Pengemudi dan penumpangnya dipastikan merupakan anggota personel Polda Jawa Barat.
Bersujud Tanpa Paksaan, Murni Rasa Penyesalan
Kuasa hukum Victor Harefa, Wiradarma Harefa, menegaskan aksi sujud tersebut dilakukan secara sukarela.
“Mohon maaf teman-teman, si Victor tadi tidak meminta itu. Tetapi karena dari pengemudi itu merasa bahwa dia salah, tanpa diminta dia memang melakukan begitu ya. Itu tidak ada paksaan. Si Victor juga tidak ada paksaan,” ujar Wiradarma kepada wartawan usai mediasi di Polsek Menteng.
Alasan Victor Sujud: Ketakutan Dipecat
Di sisi lain, Wiradarma juga menjelaskan mengapa kliennya, Victor Harefa, sempat bersujud saat kejadian di pos polisi Bundaran HI.
“Memang pada saat kejadian itu klien kami melakukan sujud karena ditakuti. Berdasarkan pengakuannya, dia dikatakan ‘Kami akan laporkan ke tempatmu bekerja, kamu akan dipecat’. Dia ketakutan karena tidak ada pekerjaan. Makanya dia sampai sujud memohon maaf, ‘Saya minta maaf, saya sujud’,” papar Wiradarma.
Kasus Ditangani Polda Metro Jaya dan Paminal Polda Jabar
Kapolsek Menteng, Kompol Braiel, menyebut pelanggaran lalu lintas dan penggunaan plat palsu pada mobil Alphard tersebut kini ditangani Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya.
“Terkait dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi ini, malam ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Sementara itu, dugaan perbuatan arogansi yang dilakukan ketiga oknum polisi tersebut ditangani oleh Paminal Polda Jawa Barat.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat dan terjadi di kawasan pusat ibu kota. Proses hukum dan etik terhadap para oknum kini masih berjalan.












