Media Daulat Rakyat Pangkalpinang, 26 Agustus 2026 – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menjadi tuan rumah Sekolah Tinggi Agama Konghucu Indonesia Negeri atau STAKIN. Pendirian kampus negeri ini didasari data resmi yang menempatkan Babel sebagai provinsi dengan jumlah umat Konghucu terbesar di Indonesia.
Keberadaan STAKIN disebut sebagai wujud nyata implementasi nilai Pancasila dan penghormatan negara terhadap keberagaman agama.
Data: Babel Peringkat 1 Umat Konghucu Nasional
Berdasarkan data Kementerian Agama per Mei 2022, jumlah umat Konghucu di Indonesia tercatat 71.999 jiwa. Dari jumlah itu, Babel berada di posisi teratas nasional.
Berikut sebaran umat Konghucu per provinsi:
Provinsi Jumlah Jiwa Catatan Penting
Kepulauan Bangka Belitung 28.348 Terbesar nasional
Kalimantan Barat 13.093 Banyak di Singkawang & Pontianak
Jawa Barat 11.688 Dahulu terbanyak, kini turun
Kepulauan Riau 3.266 Konsentrasi di Batam & Tanjungpinang
Jawa Timur 2.302 Surabaya & sekitarnya
Lainnya <2.200 Papua, Riau, Banten, Jateng, DKI Jakarta
Dewan Rohaniwan MATAKIN menyebut jika semua warga menyesuaikan kolom agama di KTP, jumlah umat Konghucu di Babel bisa menjadi kelompok terbesar kedua di provinsi ini setelah Islam.
STAKIN Babel: Implementasi Pancasila
Sekolah Tinggi Agama Konghucu Indonesia Negeri berlokasi di Tanjung Bunga, Pangkalpinang.
Alasan utama pendiriannya karena Babel memiliki basis umat Konghucu terbesar di Indonesia.
Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki, menegaskan pendirian STAKIN adalah bentuk kehadiran negara.
“STAKIN ini adalah bentuk penghormatan pemerintah terhadap semua agama tanpa diskriminasi. Ini implementasi sila pertama dan ketiga Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia,” ujar Wamenag.
Ke depan, Kemenag berharap STAKIN Babel bisa berkembang menjadi Institut atau bahkan Universitas khusus agama Konghucu pertama di Indonesia.
Makna Sosial-Politik bagi Babel
Kehadiran STAKIN membawa 3 makna penting:
- Implementasi Pancasila: Memberi ruang pendidikan tinggi yang setara bagi seluruh agama yang diakui negara.
- Identitas Baru Babel: Selain dikenal sebagai daerah penghasil timah, Babel kini juga diakui sebagai pusat persebaran dan pusat pendidikan umat Konghucu.
- Pengakuan Negara: Pendirian STAKIN menjadi simbol pengakuan dan perlindungan terhadap minoritas agama.
Fakta bahwa Bangka Belitung adalah provinsi dengan umat Konghucu terbesar menjadikan pendirian STAKIN di Pangkalpinang tepat dan strategis.
Ini bukan hanya soal angka demografi, tetapi juga pesan politik bahwa negara hadir dan memberi akses pendidikan setara bagi seluruh umat beragama sesuai amanat UUD 1945.












