MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 22 September 2026 – Kabar besar datang dari ujung timur Pulau Belitung. Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK) yang berlokasi di Desa Air Kelik dan Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, resmi masuk radar investasi raksasa.
Investor asal Tiongkok, Jinhai Stainless Steel dari Guangxi, tengah menjajaki pembangunan kawasan industri terintegrasi seluas ±881,2 hektare. Proyek ini tidak main-main: pabrik baja tahan karat (stainless steel), PLTU mandiri, dan pelabuhan dalam, dengan proyeksi menyerap 10.000 hingga 12.000 tenaga kerja.
Jika terealisasi, ini akan menjadi investasi terbesar dalam sejarah Belitung Timur dan mengubah wajah Beltim dari daerah tambang menjadi pusat industri nasional.
Mega Proyek: Dari Baja Hingga Pelabuhan 20 Meter
Bukan sekadar pabrik, KIAK dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi. Berdasarkan data penjajakan investasi, ini rinciannya:
- Lokasi Utama: Desa Air Kelik dan Desa Mayang, Kelapa Kampit
- Luas Kawasan: 881,2 hektare
- Investor: Jinhai Stainless Steel (salah satu produsen stainless steel terbesar di China)
- Infrastruktur Kunci:
- Pabrik stainless steel terintegrasi
- PLTU mandiri untuk pasokan listrik pabrik
- Pelabuhan Tanjung Keluang yang akan dikembangkan menjadi pelabuhan dalam
Pelabuhan menjadi kunci utama. Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten menegaskan, investor memberikan syarat mutlak terkait pelabuhan.
“Kebutuhan utama mereka adalah pelabuhan dengan kedalaman minimal 18 sampai 20 meter. Mereka butuh pelabuhan dalam karena produknya akan diekspor menggunakan kapal besar menuju Australia,” ujar Bupati Kamarudin.
Saat ini, kedalaman Pelabuhan Tanjung Keluang baru sekitar 9-12 meter. Artinya, perlu pengerukan besar-besaran dan pembangunan jetty baru agar kapal-kapal bulk carrier berukuran besar bisa sandar. Ekspor utama produk baja tahan karat ini nantinya akan menyasar pasar Australia.
Dampak Ekonomi: Beltim Bisa Jadi Pusat Industri Baru
Jika KIAK terealisasi, dampak ekonominya akan luar biasa bagi Belitung Timur:
1. Lapangan Kerja 12 Ribu Orang: Ini adalah angka yang sangat besar. Dengan jumlah pengangguran di Beltim sekitar 4 ribuan, KIAK bisa menyerap seluruhnya plus menarik tenaga kerja dari luar. Efek domino ke UMKM, kos-kosan, warung, dan transportasi akan sangat signifikan.
2. Pertumbuhan Ekonomi Signifikan: Selama ini ekonomi Beltim bertumpu pada sawit dan timah. Dengan adanya industri baja, PDRB Beltim diproyeksikan bisa tumbuh dua digit.
3. Energi dan Ekspor: Dengan PLTU mandiri, persoalan listrik untuk industri akan selesai. Dan dengan orientasi ekspor ke Australia, Beltim akan masuk dalam peta rantai pasok baja dunia.
Tantangan: Isu Tanah dan Pelabuhan Dalam
Namun, jalan menuju 12 ribu lapangan kerja itu tidak mulus. Dua tantangan besar muncul:
Pertama, isu pengangkutan tanah puruh yang sempat dilaporkan warga. Aktivitas cut and fill untuk pematangan lahan dan jalan di dalam kawasan seluas 881 hektare ini sempat menimbulkan sorotan. Bupati Kamarudin sendiri sebelumnya menyebut ada pihak yang tidak senang dan mencoba menghambat. Pemerintah kini menekankan pentingnya koordinasi antara investor, Pemkab, dan Pemdes Air Kelik-Mayang agar isu ini tidak berkembang menjadi konflik.
Kedua, kedalaman pelabuhan. Ini adalah pekerjaan rumah terbesar. Mengeruk pelabuhan dari 9 meter menjadi 20 meter membutuhkan investasi triliunan dan izin dari Kementerian Perhubungan serta KLHK. Tanpa pelabuhan dalam, pabrik baja tidak akan bisa ekspor.
Bupati Kamarudin memastikan Pemkab Beltim akan mengawal penuh. Ia sudah berkoordinasi dengan Gubernur Babel dan pemerintah pusat agar pengerukan Pelabuhan Tanjung Keluang masuk dalam Proyek Strategis Nasional.
“Kita jangan sampai kalah dengan Morowali. Mereka bisa punya kawasan industri nikel raksasa, kenapa Belitung Timur tidak bisa punya kawasan industri baja? Kita punya lahan, kita punya nikel di sekitar, kita punya posisi strategis dekat Australia. Tinggal kita jaga iklim investasinya,” tegas Kamarudin.
Kini, masyarakat Desa Air Kelik dan Mayang menanti. Di satu sisi ada harapan 12 ribu lapangan kerja, di sisi lain ada kekhawatiran soal debu, jalan rusak, dan ganti rugi lahan. Kunci sukses KIAK akan sangat tergantung pada satu kata: transparansi.












