Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • BBM Langka di Belitung, Polres Selidiki Dugaan Penimbunan Pertalite – Wakapolres: Stok Aman, Jangan Panik
InShot 20260922

BBM Langka di Belitung, Polres Selidiki Dugaan Penimbunan Pertalite – Wakapolres: Stok Aman, Jangan Panik

Image fa9e506c 60f7 4bf3 b51a 513bb2e030d4

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, Selasa 22 September 2026 – Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai dirasakan warga Belitung dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah kios pengecer mengeluh kesulitan mendapatkan pasokan, sementara antrean di SPBU mengular panjang hingga Selasa hari ini.

Polres Belitung kini tengah menelusuri dugaan adanya penimbunan BBM bersubsidi di balik kelangkaan tersebut. Wakapolres Belitung, Kompol Bagus Krisna Eka Putra, menegaskan bahwa stok resmi dari Pertamina Patra Niaga masih dalam kondisi aman.

“Stok BBM dari Pertamina masih aman, tidak ada kendala distribusi besar. Kondisi ini mungkin dipicu oleh adanya sistem ganjil-genap yang membuat masyarakat menjadi panik,” ujar Kompol Bagus di Tanjungpandan, Selasa (22/9).

Ganjil-Genap Picu Panic Buying

Sejak 21 September 2026, seluruh SPBU di Belitung menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite guna mengurai antrean.

Aturannya: Tanggal ganjil melayani sepeda motor, tanggal genap melayani mobil. Kebijakan ini bertujuan mencegah pengisian berulang oleh kendaraan yang sama.

Namun kebijakan tersebut justru memicu kepanikan. Banyak warga yang merasa harus mengisi hari ini juga, meski tangki masih setengah.

“Sebagian warga merasa harus mengisi bahan bakar hari ini meskipun sebenarnya belum waktunya. Ini yang membuat antrean jadi panjang,” jelas Bagus.

Polisi Turun ke SPBU, Selidiki Penimbun

Polres Belitung tidak tinggal diam. Beberapa langkah sudah dilakukan sejak Selasa pagi:

1. Penelusuran penimbunan: Tim Satreskrim mendalami dugaan adanya pihak yang menimbun atau menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Di beberapa kios, harga eceran Pertalite sempat melonjak hingga Rp 19 ribu per liter.

2. Pengawasan SPBU: Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah SPBU untuk memantau antrean, mencegah pengisian dengan jeriken yang tidak sesuai aturan, dan mencegah kericuhan.

3. Koordinasi Forkopimda: Polres berkoordinasi dengan Wakil Bupati Belitung, pihak Pertamina, dan instansi terkait untuk memastikan distribusi lancar dan transparan.

Wakapolres mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying. Beli BBM sesuai kebutuhan saja, ikuti aturan ganjil-genap dengan tertib, dan hindari pengisian berulang yang dapat merugikan warga lain.

“Jika menemukan dugaan penimbunan atau penjualan di atas harga eceran yang tidak wajar, segera laporkan ke kami. Kami akan tindak tegas,” tegasnya.

Artikel Terkait

InShot 20260922

Wagub Babel Hellyana Lolos dari…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, Selasa 22…

InShot 20260922

12 Ribu Lowongan Kerja di…

MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 22 September…

InShot 20260922

Kemarau Panjang Melanda, Ratusan Warga…

Pada Selasa pagi (22/9/2026), ratusan warga…